Media Sosial Mengakibatkan Insomnia dan Gangguan Kecemasan pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menjadi seorang remaja yang kekinian tentu akan selalu aktif di media sosial. Media sosial juga seakan-akan menjadi ajang untuk seseorang mengekspresikan diri atau memamerkan kegiatan sehari-hari. Namun dengan adanya media sosial dapat meningkatkan resiko mengalami insomnia dan gangguan kecemasan.

Media Sosial Mengakibatkan Insomnia pada Remaja

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan tidur berkualitas. Remaja yang menghabiskan waktu mereka untuk berinteraksi di dunia maya hampir setiap saat, dalam artian volume maupun frekuensinya sama-sama tinggi, memiliki peningkatan risiko hingga tiga kali lipat mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia. Peneliti belum berhasil mengetahui apa yang menjadi penyebab timbulnya hubungan ini, namun mereka menduga bahwa ada banyak faktor yang berperan di baliknya.

Saat Anda menghabiskan waktu untuk main handphone sebelum tidur, pancaran sinar terang dari ponsel meniru sifat cahaya alami matahari. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa hari masih pagi, dan karena itu produksi melatonin jadi terganggu. Singkatnya, berjam-jam bermain handphone sebelum tidur akan membuat Anda bertambah semangat sehingga Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk akhirnya bisa terlelap.

Padahal, remaja pada umumnya membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa. Jadi penggunaan media sosial di malam hari bisa sangat merugikan kesehatan mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa remaja membutuhkan tidur 9,5 jam setiap malam tapi rata-rata hanya mendapatkan 7,5 jam. Kurang tidur bisa membuat anak kelelahan, mudah tersinggung, stres, dan lebih cenderung gampang sakit — terserang batuk pilek, flu, hingga gangguan pencernaan seperti maag dan muntaber.

Media Sosial Mengakibatkan Gangguan Kecemasan pada Remaja

Masa-masa remaja pada dasarnya adalah periode rentan bagi anak untuk mengembangkan isu-isu kesehatan mental jangka panjang. Apalagi jika ditambah dengan pemenuhan dorongan kebutuhan untuk selalu online di medsos yang sudah lama terkait dengan penurunan tingkat kepercayaan diri, serta peningkatan risiko gangguan kecemasan.

Menurut Heather Clealand Wood, meskipun penggunaan sosial media tidak berdampak pada kualitas tidur secara umumnya namun remaja-remaja yang senang melakukan kegiatan online hingga larut malam akan lebih rentan terpengaruh oleh resiko kesehatan ini. Terutama bagi individu yang memiliki dedikasi tinggi dan bahkan mencurahkan dirinya terlibat di dalam jejaring sosial secara emosional. Jika sudah seperti ini maka tentu saja cara mengatasi insomnia akan sedikit sulit dijalani. Tingkat penggunaan media sosial yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko remaja untuk menjadi korban cyber-bullying. Keduanya terkait dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan pada anak remaja.

Batasi jumlah waktu yang Anda habiskan di media sosial setiap harinya dengan menggunakan alarm atau stopwatch untuk mengontrol penggunaan sosial media. Ketika Anda terbiasa untuk membatasi waktu yang digunakan di media sosial Anda telah mengatur diri sendiri untuk tidak ketergantungan terhadap sosial media. (KKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here