Melatih pola hidup sehat pada Anak

Melatih kebiasaan sehat pada anak akan mempengaruhi gaya hidupnya nanti. Anak–anak usia prasekolah biasanya masih sangat mudah untuk dipengaruhi dan dibentuk seperti apa yang orang tua mereka inginkan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan para orang tua untuk menanamkan kebiasaan baik termasuk kebiasaan untuk bergaya hidup sehat. Jika anak sudah dibiasakan sejak kecil, maka mereka pasti akan membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa. Selain itu, Anda juga ikut meminimalisir penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti demam dan flu. Lalu, apa saja kebiasaan-kebiasaan sehat tersebut?

Mencuci tangan

Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling kotor karena selalu digunakan ketika beraktifitas. Oleh karena itu, pasti banyak kuman dan bakteri yang menempel di tangan. Perilaku mencuci tangan yang baik dan benar merupakan kebiasaan yang paling penting yang perlu diajarkan kepada anak. Jadikan hal tersebut sebagai rutinitas sehari-hari. Waktu-waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain atau pulang sekolah.

Makan makanan sehat

Makan makanan sehat sangat perlu diajarkan pada anak sedini mungkin. Anak-anak perlu dikenalkan pada buah dan sayur sejak mereka mulai diberi makanan padat. Jika anak tidak suka jenis sayuran tertentu, gantilah dengan sayuran lain atau modifikasi menu makanannya. Semakin lama anak akan terbiasa dan menyukai apa yang dibuat oleh Anda.

Minum air putih

Ajari atau kenalkan anak pada air putih sejak mereka berumur 6 bulan. Kebiasaan ini perlu diterapkan agar mereka lebih memilih untuk meminum air putih ketika mereka haus bukan minuman bergula (minuman manis). Anak harus banyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh mereka.

Menyikat gigi

Ajari anak agar rajin menyikat gigi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Apalagi jika anak senang mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Kebiasaan ini perlu diterapkan sedini mungkin guna mencegah anak terkena penyakit yang berhubungan dengan gigi dan gusi. Jika anak telah diajari sejak kecil, maka anak akan dengan mudah membawa kebiasaan tersebut hingga mereka dewasa.

Membatasi maktu menonton TV

Mungkin banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan baik fisik maupun mental anak. Menonton TV untuk jangka waktu lama akan berdampak pada perkembangan intelektual anak. Terlalu banyak menonton TV juga telah dikaitkan dengan obesitas dan gangguan mata pada anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan anak usia diatas 2 tahun hanya menonton TV tidak lebih dari dua jam sehari.

Olahraga

Olahraga penting untuk tumbuh kembang anak. Dengan olahraga, fisik dan mental anak bisa terbentuk dengan baik. Terlebih sekarang ini obesitas telah menjadi hal yang umum di anak-anak. Masalah kelebihan berat badan ini dapat meningkatkan faktor risiko penyakit diabetes dan darah tinggi tiga kali lipat saat dewasa. Salah satu cara yang paling dianjurkan untuk mencegahnya adalah dengan berolahraga. Olahraga dapat membantu membakar kalori yang tidak dibutuhkan tubuh dan memaksimalkan tumbuh kembang anak.

*pic wallpapersib.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here