Melindungi Bayi Dari Gigitan Nyamuk

SehatFresh.com – Cuaca hangat membuat nyamuk menjadi lebih aktif. Gigitan nyamuk tidak bisa dianggap remeh karena dapat menyebabkan penyakit serius seperti malaria atau demam berdarah. Penyakit-penyakit tersebut memerlukan perawatan rumah sakit dan bila tidak ditangani dengan tepat bisa berujung kematian. Gigitan nyamuk yang tidak terinfeksi virus umumnya hanya menimbulkan gatal dan bentol pada kulit. Namun, penting untuk selalu melindungi diri dari gigitan nyamuk terutama pada bayi dan anak-anak untuk mencegah ketidaknyamanan pada kulit serta mencegah terjadinya penyakit serius.

Tidak hanya obat nyamuk bakar, saat ini banyak sekali dijual anti nyamuk dalam bentuk krim atau spray. Hampir semua anti nyamuk tersebut menggunakan bahan kimia DEET, yang berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu lama. Pasalnya, diethyltoluamide atau DEET merupakan bahan kimia yang bersifat korosif. Untuk mengatasinya, sebenarnya ada beberapa cara yang lebih aman untuk menghindari gigitan nyamuk.

Ketika keluar ruangan, pakaikan bayi Anda baju dan celana panjang. Pilihlah pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Kenakan juga kaos kaki untuk perlindungan maksimal. Jauhkan bayi dari area yang menarik nyamuk, seperti air yang tergenang dan sampah kaleng. Bila terdapat sumber air di halaman seperti kolam hias, bersihkan sesering mungkin untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Untuk menghindari gigitan nyamuk saat tidur, gunakanlah kelambu. Kelambu lebih aman, efektif, mudah, dan murah daripada menggunakan obat nyamuk. Sebaiknya, hindari penggunaan obat nyamuk bakar atau semprot di rumah, terutama di kamar anak. Pasalnya, obat anti nyamuk kebanyakan mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan terutama pada bayi dan anak-anak.

Bila Anda ingin menggunakan krim dan lotion anti nyamuk pada bayi, sebaiknya produk tersebut hanya digunakan untuk bayi yang telah berusia di atas enam bulan. Kandungan kimia di dalamnya bisa berbahaya karena bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit bayi yang masih sensitif. Pastikan juga kandungan DEET-nya tidak lebih dari 30% (menurut American Academy of Pediatrics). Untuk bayi yang usianya di bawah enam bulan, lebih baik dan aman gunakan kelambu saja. Langkah-langkah pencegahan yang dikampanyekan pemerintah seperti 3M dan sejenisnya juga tidak boleh diabaikan, Hal ini tetap perlu dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar rumah.

Sumber gambar : www.kelambubayimodern.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY