Memahami Pemeriksaan Ultasonography (USG) pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi pembaca yang saat ini sedang melalui proses kehamilan, informasi berikut ini mungkin menarik untuk disimak. Bagi ibu hamil, istilah USG (ultrasonography) tentu bukan hal yang asing lagi. Hampir di setiap rumah sakit atau tempat praktik dokter kandungan, pasti telah dilengkapi dengan peralatan USG. Lantas apa segi positif dan negatif dari pemeriksaan USG pada ibu hamil?

Manfaat USG bagi ibu hamil

USG merupakan metode yang digunakan dokter guna merekam atau memotret gambar hidup janin di dalam kandungan ibu. Ultrasonografi secara harfiah dapat diartikan sebagai pengambilan gambar melalui gelombang suara ultra.

Dengan memanfaatkan gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke tubuh, dokter dan ibu hamil bisa melihat gambaran rahim dalam bentuk sonogram (informasi gambar) yang dihubungkan pada layar monitor. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini manfaat penggunaan perangkat USG terhadap kehamilan:

  1. USG membantu dalam mengkonfirmasi kehamilan.
  2. USG membantu untuk mengetahui usia kehamilan.
  3. USG membantu dalam menilai pertumbuhan serta perkembangan janin.
  4. USG membantu untuk mengetahui apakah ada ancaman keguguran atau tidak.
  5. USG membantu untuk mengetahui lokasi serta ukuran plasenta
  6. USG membantu untuk mengetahui jumlah janin dalam kandungan.
  7. USG membantu untuk mengukur janin dalam kandungan.
  8. USG membantu untuk mengetahui kelainan letak janin.
  9. USG membantu untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Apakah penggunaan USG bisa memiliki efek samping bagi ibu hamil?

Penggunaan USG selain diyakini memiliki manfaat, namun ada pula sebagian kalangan yang menganggap penggunaan USG bisa membawa efek samping bagi janin. Hal tersebut karena gelombang yang dipancarkan ke rahim ibu, menembus organ-organ janin.

Alhasil apabila terlalu sering USG, maka bisa menimbulkan efek samping akibat pancaran sinar α, sinar X, sinar γ, serta sinar laser. Menurut beberapa ahli medis penggunaan USG saat kehamilan, disarankan cukup tiga kali saja. Tiga kali itu bisa dilakukan pada setiap trimesternya.

Namun demikian, tidak sedikit para ahli yang menentang pendapat di atas bahwa penggunaan USG memberikan dampak negatif. Menurut beberapa studi eksperimental pada hewan dan manusia di manca negara, tidak pernah ditemukan dampak negatif akibat penggunaan USG.

USG dianggap tidak terlalu berbahaya bagi janin dalam kandungan. Hal itu dikarenakan USG tidak mengeluarkan radiasi gelombang suara yang berpengaruh negatif bagi otak bayi dalam kandungan. Kondisi ini tentu berbeda dengan pemanfaatan pada sinar rontgen.

Terkait efek samping dari penggunaan USG, sampai saat ini memang masih menimbulkan pro-kontra. Namun jika melihat manfaat dari USG yang cukup banyak, alangkah baiknya jika penggunaannya perlu diatur. Banyak dokter yang menyarankan bagi ibu hamil, sebaiknya pemeriksaan USG tak dilakukan secara terus-menerus. USG cukup dilakukan sekitar dua sampai tiga kali, atau bisa mengacu pada setiap trisemester kehamilan. (APY).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here