Memicu Penyakit Menular Seksual (PMS)

SehatFresh.com – Penyakit menular seksual (PMS) yang juga dikenal dengan istilah infeksi menular seksual atau (IMS) adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penularan bisa diperantarai darah, sperma, cairan vagina atau pun cairan tubuh lainnya. Faktor risiko utama infeksi menular seksual adalah berhubungan seks secara tidak aman dan semakin sering bergonta-ganti pasangan, semakin besar pula risiko Anda terkena PMS.

Dewasa ini, gaya hidup semakin berkaitan erat dengan risiko seseorang terkena penyakit menular seksual (PMS). Ada sejumlah perilaku tertentu yang dapat meningkatkan risiko terkena PMS, yaitu :

  • Seks tanpa kondom

Penggunaan kondom adalah salah satu cara terbaik menghindari penularan PMS meskipun pemakaian kondom tidak menjamin sepenuhnya untuk tidak terkena PMS, Kondom dapat mengurangi risiko penularan PMS yang menyebar melalui air mani dan cairan vagina, termasuk HIV, gonore, klamidia dan trikomoniasis. Kondom juga secara signifikan menurunkan risiko herpes, HPV, dan sifilis. Namun, kondom harus digunakan secara benar dan konsisten untuk mengurangi risiko PMS. Penggunaan kondom hendaknya dijadikan sebuah kebiasaan baik yang rutin dilakukan untuk kebaikan Anda dan pasangan.

  • Gonta-ganti pasangan

Risiko tertular IMS meningkat dengan meningkatnya jumlah pasangan seksual. Berhubungan seks dengan banyak pasangan yang berbeda meningkatkan peluang terjadinya kontak dengan orang yang membawa virus yang menular secara seksual. Membina hubungan monogami secara signifikan mengurangi risiko penularan PMS.

  • Seks melalui dubur

Baik pada pria dan wanita, seks melalui dubur membawa risiko tinggi tertular PMS. Hal ini dikarenakan lapisan anus lebih tipis dan lebih rapuh dari jaringan vagina, sehingga penetrasi pada dubur lebih mudah menyebabkan trauma atau robekan mikroskopis sehingga mengurangi penghalang fisik alami terhadap infeksi.

  • Seks terlalu dini

Remaja perempuan berada pada risiko tinggi tertular PMS beberapa karena area dengan sel yang paling rentan pada leher rahim mereka (pintu masuk ke rahim) lebih besar dan lebih terbuka dibandingkan pada wanita yang lebih tua. Serviks mereka juga belum berkembang dengan sempurna sehingga lebih rentan terkena chlamydia, gonorea dan PMS lainnya.

  • Alkohol dan narkoba

Setiap penggunaan zat pengubah pikiran, seperti obat-obatan atau alkohol, meningkatkan risiko PMS. Ketika di bawah pengaruh obat, Anda menjadi lebih rentan melakukan perilaku seks tidak aman. Penggunaan jarum suntik bergantian juga meningkatkan risiko terkena HIV dan hepatitis.

Sumber gambar : brigif9kostrad.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY