Menangani Masalah Obsesif Kompulsif pada Ibu Baru

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Benar adanya jika ada seseorang berkata kepada orang yang baru menikah dengan ucapan “selamat menempuh hidup baru”. Kalimat tersebut dapat diartikan bahwa kehidupan setelah menikah yang anda temui berbeda dengan sebelum anda menikah. Anda akan menemukan dan merasakan hal baru yang sama sekali belum pernah anda alami sebelumnya.

Pada wanita hal baru yang dialami setelah menikah salah satunya hamil. Pengalaman hamil tersebut akan dialami selama sembilan bulan. Tidak hanya itu, setelah wanita berhasil beradaptasi dengan keadaan hamilnya maka ia memiliki tugas baru untuk merawat bayi yang baru dilahirkannya.

Saat menjadi ibu baru yang merawat anaknya, seorang wanita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru lagi karena hadirnya sang buah hati. Tugasnya juga bertambah. Oleh karena itu, tak jarang ibu baru mengalami beberapa masalah baik cara merawat anak hingga masalah psikologispun dialami. Salah satu masalah psikologis yang sering dialami ibu baru adalah obsesif kompulsif.

Seorang ibu baru yang terkena obsesif kompulsif biasanya akan merasa takut atau memiliki obsesi yang tidak masuk akal dan terlalu cemas terhadap bayinya. Masalah obsesif kompulsif ini hampir dialami oleh semua ibu yang baru memiliki satu anak. Hal tersebut dimuat dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Dana Gosset dalam Journal of Reproductive Medicine, penelitian tersebut melaporkan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan cenderung mengalami OCD (Obsessive Comulsive Disorder) baik dalam skala ringan sampai moderat.

Adanya obsesif kompulsif yang dirasakan ibu baru cukup mengkhawatirkan karena dapat menganggu keadaan bayi dan asupan nutrisi bayi. Oleh karena itu harus segera ditangani. Untuk menangani masalah kompulsif pada ibu baru, anda bisa melakukan:

  1. Yakinkan diri anda

Tanamkan pada diri dan yakin jika anda terlalu merasa khawatir atau was-was justru akan membuat produksi ASI anda berkurang dan kondisi anda serta bayipun tidak baik. Sehingga hindari perasaan terlalu cemas karena anda pasti bisa merawat bayi dengan baik.

  1. Ceritakan pada suami anda

Mencurahkan masalah yang anda alami dengan orang lain akan membantu dalam mengatasi sebuah masalah. Salah satunya anda bisa bercerita dengan suami. Mintalah suami untuk membantu menyelesaikan masalah yang anda alami.

  1. Gunakan jasa merawat bayi

Jika anda wanita karir atau khawatir anda tidak mampu merawat bayi. Anda bisa menggunakan jasa pengasuh bayi yang terampil dalam merawat bayi anda.

  1. Bantuan dari psikolog

Apabila obsesif kompulsif yang anda rasakan terlalu berat. Ada baiknya konsultasikan dengan psikolog dan meminta bantuan untuk menangani obsesif kompulsif yang anda alami. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here