Mencari Popularitas Lewat Berbohong pada Anak Remaja

0
5
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berbohong telah menjadi salah satu sifat yang kerapkali dilakukan oleh setiap manusia. Terlebih lagi berbohong dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, hingga menghindari rasa tidak nyaman yang tengah di hadapi dan rasakan.

Dalam dunia remaja, kebohongan telah menjadi salah satu cara yang dilakukan guna menutupi, hingga memperlihatkan diri sesui dengan yang diinginkan oleh remaja yang melakukan kebohongan.

Seorang psikolog asal Massachusettes, USA, Robert S. Feldman dalam penelitiannya menemukan terdapat hubungan antara kebohongan dengan pencarian popularitas di dalam kalangan pelajar (anak muda). Penelitian yang juga telah dimuat dalam Journal of Nonverbal Behavior ini semakin memperkuat fenomena kebohongan yang dilakukan oleh kalangan anak remaja.

Dalam penelitian tersebut menurut Robert S Feldman Kami telah menemukan bahwa kebohongan yang telah dilakukan oleh para pelajar sebenarnya ingin menunjukkan bahwasanya pelajar tersebut memiliki sebuah control sosial yang sangat tinggi”

Feildman pun melakukan penelitiannya kepada 32 orang tua pelajar di tingkat menengah dan juga atas yang mana usia responden dalam penelitian tersebut 11 sampai dengan 16 tahun, dan juga memberikan Questioner yang berisi tentang beragam informasi mengenai sebuah aktivitas anak – anak mereka, kemampuan anak – anak mereka di sekolah, hingga hubungan sosial mereka. Berdasarkan data tersebut, para pelajar pun dikelompokkan ke dalam dua kelompok, diantaranya kelompok yang memiliki tingkat sosial yang rendah, dan juga kelompok yang mana memiliki tingkat sosialisasi tinggi.

Para pelajar di dalam dua kelompok itu pun diminta untuk satu persatu merasakan minuman yang memiliki rasa tak sedap, manis, dan masam. Lalu mereka diminta untuk meyakinkan pengawas bahwasanya mereka menyukai ataupun tidak menyukai apa yang telah mereka minum. Hal ini membuat pelajar tersebut membuat sebuah pernyataan yang benar dan juga satu pernyataan yang cendrung bohong.

Kegiatan ini juga direkam di dalam video lalu diedit secara berimbang menjadi bagian tertentu. Kepada 48 orang mahasiswa diperlihatkan sebuah rekaman ke 64 kegiatan tes tersebut untuk dilakukan evaluasi ekspresi dan reaksi terhadap subjek penelitian tadi

Hasilnya ternyata bertentangan dengan tes yang telah dilakukan seperti yang dikatakan oleh para orang tua pra pelajar yang telah menjalani tes tersebut.

“kami telah mendapatkan bahwasanya kemampuan sosialisasi yang semakin tinggi dapat membuat seseorang untuk lebih mudah memberdayakan orang lain, ataupun bahwa menjadi seorang pembohong akan membuat seseorang tersebut makin terkenal,” begitu kata Feldman.

Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwasanya para remaja akann lebih mampu melakukan kebohongan yang dilakukan guna mencari popularitas. Dari hasil tersebut juga ditemukan bahwasanya remaja putri lebih lihai berbohong di bandingkan dengan remaja pria.

Hasil tersebut juga menjadi perhatian bagi para orang tua untuk selalu lebih waspada dalam mempercayai omongan anak remaja. Oleh sebab itu, bimbingan dan keterbukaan menjadi salah satu hal yang dapat meminimalisir kebohongan yang dilakukan sang anak.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY