Mencegah Bau Badan

SehatFresh.com – Hampir semua orang terganggu dengan masalah bau badan dan masalah tersebut memang memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Secara medis, bau badan disebut bromhidrosis. Meski bau badan seringkali tercium saat tubuh berkeringat, sebetulnya bakterilah yang menjadi penyebab munculnya bau badan.

Keringat merupakan hasil fungsi biologis yang normal dan sehat pada tubuh manusia. Manfaat keringat yang paling utama adalah untuk menurunkan suhu tubuh. Lingkungan yang panas, aktivitas fisik, stres, makanan pedas atau panas, obat-obatan, dan perubahan hormonal adalah beberapa faktor yang merangsang produksi keringat.

Keringat terdiri dari air, garam, protein, dan minyak yang pada dasarnya tidak berbau. Bakteri di permukaan kulitlah yang membuat keringat menjadi bau. Semakin meningkatnya produksi keringat, bakteri penyebab bau badan juga meningkat. Kondisi hangat dan lembab di area ketiak merupakan lingkungan yang ideal untuk bakteri berkembang biak.

Dua jenis kelenjar keringat adalah kelenjar eksokrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ensokrin tersebar di kulit dan mengatur suhu tubuh dengan mendinginkan kulit dengan mengeluarkan keringat ketika tubuh kepanansan. Sedangkan kelenjar apokrin sebagian besar ditemukan di daerah tubuh yang berbulu seperti ketiak dan area genital. Kelenjar ini berkembang selama pubertas dan melepaskan wangi bahan kimia yang disebut feromon.

Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar ekrin biasanya tidak berbau, tapi bisa menjadi berbau ketika bakteri mulai memecahnya. Bau bisa semakin tajam bila Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu seperti seperti bawang putih, rempah-rempah dan alkohol, serta beberapa jenis obat seperti antidepresan. Akan tetapi, keringat yang dihasilkan dari kelenjar apokrin lebih bertanggung jawab terhadap munculnya bau badan. Ini karena keringat yang dihasilkannya mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dipecah bakteri.

Bau badan umumnya memang tidak merugikan kesehatan, tapi ini bisa memalukan dan menghambat aktivitas. Melakukan beberapa perubahan dalam kebiasaan sehari-hari bisa membantu mencegah dan mengatasi bau badan yang mengganggu.

  • Mandi secara teratur

Mandi teratur idealnya dua kali sehari adalah cara paling mudah menghilangkan bau badan. Saat mandi, pastikan area rawan keringat seperti ketiak dibasuh dengan bersih. Mandi dengan sabun antibakteri atau antiseptik bisa menjadi pilihan yang baik untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri.

  • Keringkan badan dengan benar

Setelah mandi, pastikan tubuh terutama area rawan keringat dikeringkan dengan benar. Ini membantu mengurangi kemampuan bakteri untuk berkembang biak.

  • Kenakan pakaian yang tepat

Pakaian yang tidak membuat gerah seperti pakaian berbahan katun, bisa mengurangi pelepasan keringat berlebih. Biasakan juga untuk mengganti dan mencuci pakaian secara teratur serta tidak memakai kembali pakaian yang sudah terkena keringat. Ini akan sangat membantu meminimalisir bau badan.

  • Pakai deodoran atau antiperspirant

Penggunaan deodoran atau antiperspiran mungkin diperlukan untuk mencegah bau badan. Deodoran memang tidak mencegah keringat, namun wewangian yang terkandung di dalamnya dapat membantu mengurangi bau badan. Sementara itu, antiperspiran berfungsi untuk produksi keringat. Kedua produk ini akan sangat membantu mengurangi bau badan dan mengatasi masalah keringat berlebih.

  • Mencukur bulu ketiak secara teratur

Rambut di ketiak memerangkap keringat sehingga memudahkan bakteri berkembang biak. Maka teratur mencukur ketiak juga dapat membantu mengurangi bau badan.

  • Jaga asupan makanan

Jika masalah bau badan Anda susah dikendalikan, penting untuk menghindari asupan makanan berlebih yang berpotensi menimbulkan bau badan. Beberapa jenis makanan bisa merangsang produksi keringat lebih banyak dari biasanya. Makanan pedas serta beberapa bumbu, seperti bawang merah dan bawang putih berpotensi memunculkan bau badan. Minuman yang mengandung alkohol juga bisa mengakibatkan produksi keringat berlebih sehingga bisa pula memicu bau badan.

Sumber gambar : www.areadewasa.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY