Mencegah Dehidrasi Pada Ibu Hamil Saat Puasa

SehatFresh.com – Bolehkah ibu hamil berpuasa? Tentu, jawabannya boleh dengan catatan kondisi fisiknya memungkinkan dan hal itu telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Namun, ada hal lain juga yang harus diperhatikan. Salah satunya, bagaimana agar ibu hamil tidak mengalami dehidrasi saat berpuasa. Selain nutrisi dari makanan, kehamilan membuat wanita memerhatikan asupan cairannya, karena ini penting untuk perkembangan janin yang optimal.

Kebutuhan air pada ibu hamil terus meningkat seiring dengan perkembangan janin. Hal ini membuat ibu hamil rentan dehidrasi. Efek dehidrasi pada ibu hamil tidak bisa disepelekan. Indikator dehidrasi bukan hanya rasa haus saja. Warna urin yang lebih pekat juga mengindikasikan dehidrasi. Dehidrasi ringan sudah cukup membuat ibu hamil merasa pusing, haus berlebih, mual, lemas, dan sulit konsentrasi. Efek parahnya, perkembangan janin juga bisa terganggu. Kurangnya cairan tubuh dapat membuat air ketuban berkurang. Akibatnya, perlindungan bayi berkurang dan janin juga tidak leluasa bergerak dalam rahim sehingga tumbuh kembangngya dapat menjadi tidak maksimal.

Oleh karena itu, maka penting bagi para ibu hamil mencegah dehidrasi terlebih bila sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Pencegahan dehidrasi pada ibu hamil saat puasa dapat dilakukan dengan cara:

  • Minum cukup air. Meskipun waktu untuk makan dan minum dibatasi, tubuh tetap memerlukan asupan air setidaknya delapan gelas setiap hari. Pemenuhan kebutuhan air saat puasa dapat diatur dengan menerapkan pola 2-4-2, yaitu dua gelas di waktu berbuka puasa, empat gelas di malam hari sampai menjelang tidur, dan dua gelas lagi di waktu sahur.
  • Makan sup. Pemenuhan asupan cairan tubuh dapat dibantu dengan makanan. Makan makanan berkuah seperti sup saat sahur dapat membantu menambah asupan cairan ibu hamil. Selain itu, sayuran dalam sup juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk pertumbuhan janin.
  • Minum susu kehamilan. Selain dari makanan, ibu hamil juga membutuhkan nutrisi lain dari susu sebagai pelengkap. Ibu hamil biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi susu khusus kehamilan. Konsumsi susu saat berbuka dan sahur membantu menambah asupan cairan sekaligus menambah asupan nutrisi untuk mempromosikan perkembangan kehamilan yang sehat.
  • Tingkatkan konsumsi buah dan sayur. Kapanpun itu, konsumsi buah dan sayur sangatlah penting untuk menjaga kesehatan, terlebih lagi di bulan puasa. Secara khusus, buah dan sayur yang mengandung kadar air tinggi (seperti semangka, stroberi, melon, mentimun, dan selada) menyumbang asupan cairan tubuh serta kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya membantu membangun sistem kekebalan tubuh sehingga ibu hamil tidak gampang sakit.
  • Minum air kelapa saat buka puasa. Tidak hanya sekedar kekurangan air, dehidrasi juga seringkali menyebabkan berkurangnya elektrolit dalam tubuh. Kekurangan elektrolit dapat memicu berbagai masalah kesehatan mulai dari kelesuan hingga masalah jantung. Untuk itu, ketika waktu berpuasa tiba, ibu hamil disarankan minum minuman yang mengandung elektrolit, seperti air kelapa. Air kelapa merupakan salah satu minuman yang berkontribusi positif untuk kesehatan ibu hamil.
  • Hindari kafein. Cara kerja kafein menguras cairan tubuh dengan merangsang keinginan untuk buang air kecil secara berlebihan. Ketimbang minum kopi atau teh manis di waktu sahur atau berbuka, lebih baik minum susu atau jus buah alami yang lebih bernutrisi dan tidak merugikan cadangan cairan dalam tubuh.
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan. Faktor cuaca juga berpengaruh terhadapa kerentanan seseorang mengalami dehidrasi. Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan aktivitas di luar ruangan terutama ketika cuaca sedang terik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY