Mencegah Diare saat Mudik pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lebaran hampir tiba, sudah saatnya menyiapkan berbagai keperluan mudik, utamanya terkait masalah kesehatan. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang rentan muncul di kala musim mudik. Perjalanan mudik pasti sangat melelahkan, karena jarak tempuh yang sulit diprediksi akibat kemacetan yang berkepanjangan. Kelelahan membuat daya tahan menurun sehingga tubuh mudah terinfeksi kuman dari lingkungan. Ditambah lagi, pola makan selama di jalan juga cenderung kurang diperhatikan, sehingga makan pun hanya jajan seadanya di pinggir jalan. Salah satu dampaknya adalah diare. Anak-anak.lebih rentan mengalami masalah pencernaan ini

Ketika diare, feses menjadi lebih encer karena banyaknya cairan yang disekresikan ke dalam usus, atau cairan di dalam usus tidak dapat diserap dan dialirkan dengan benar ke seluruh tubuh. Penyebab utamanya adalah bakteri, virus, dan parasit yang mengontaminasi makanan. Diare bisa membuat penderitanya buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari. Bahkan, diare juga terkadang disertai muntah dan demam. Cairan tubuh akan turut terbuang secara berlebihan melalui feses, sehingga tubuh menjadi lemas karena kekurangan cairan (dehidrasi). Tentunya, ini sangat mengganggu kelancaran mudik. Pada anak di bawah usia lima tahun, dampak diare bisa lebih serius karena tubuhnya belum mampu mengatasi efek dehidrasi.

Tentunya, akan lebih baik mencegah daripada mengobati. Oleh karenanya, agar perjalanan mudik bersama anak tidak terganggu karena diare, Anda dapat mencegahnya dengan beberapa cara berikut ini:

  • Tidak jajan sembarangan. Prinsipnya, pencegahan diare sangat bergantung pada kedisiplinan dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Untuk itu, pastikan makanan ataupun minuman yang dikonsumsi telah melalui proses pengolahan yang higienis, mulai dari cara memasak hingga bagaimana makanan itu disimpan. Oleh karenanya, anak sebaiknya dijauhkan dari makanan dan minuman yang kebersihannya diragukan. Akan lebih bila Anda membawa bekal makanan sendiri untuk perjalanan mudik. Makanan yang diolah sendiri tentunya akan lebih terjamin higienitasnya serta lebih menghemat pengeluaran.
  • Rajin mencuci tangan. Sebelum menyentuh makanan dan setiap sudah dari toilet, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir hingga ke sela-sela jari setidaknya selama 20 detik. Bila tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol. Aplikasikan hand sanitizer hingga ke bagian depan dan punggung kedua tangan.
  • Cukup istirahat. Beberapa hari sebelum perjalanan mudik, pastikan kebutuhan tidur anak selalu tercukupi agar daya tahan tubuhnya prima sehingga tubuhnya tidak mudah terserang kuman penyebab penyakit.
  • Kebersihan tubuh dan lingkungan. Anak-anak biasanya banyak bergerak sehingga rentan berkeringat. Untuk itu, disarankan untuk segera mengganti pakaian anak bila telah basah oleh keringat. Diare juga bisa bermula dari fasilitas umum yang berkaitan dengan sanitasi sebagai penunjangnya, seperti toilet. Jika di tempat tujuan atau fasilitas umum tidak yakin dengan kebersihan airnya, disarankan untuk membawa sabun antiseptik.
  • Persediaan obat-obatan. Selama menempuh perjalanan jauh, anak juga rentan demam, batuk, dan pilek, tidak hanya diare saja. Sebagai bentuk antisipasi, orangtua jangan sampai lupa membawa kotak obat yang berisi obat-obatan untuk pertolongan pertama yang meliputi oralit atau larutan gula garam (diare), parasetamol atau ibuprofen (demam), dekongestan dan anti-alergi (batuk, pilek, dan alergi), obat-obat topikal seperti salep anti-gatal, serta obat-obatan untuk merawat luka seperti betadine, rivanol, plester, kain kasa, serta gel atau salep untuk pertolongan pada luka bakar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY