Mencegah Kantuk Berlebihan pada Wanita saat Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Walaupun jatah tidur malam berkurang karena harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur, berpuasa hendaknya tidak menjadi alasan para wanita untuk tidak produktif. Puasa dan rasa kantuk di siang hari memang sulit dihindari. Tapi, bukan berarti tidak bisa disiasati. Rasa kantuk muncul tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur, tetapi juga akibat menurunnya jumlah kadar gula darah yang merupakan bahan bakar otak. Saat cadangan gula darah mulai berkurang, maka ┬ámuncul rasa kantuk yang juga sering disertai lemas.

Agar tetap semangat saat puasa, cegah rasa kantuk berlebihan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Cukup tidur. Tidur adalah salah satu kebutuhan manusia yang tak tergantikan oleh apa pun. Bila kurang tidur, tubuh cenderung mudah lelah, sulit konsentrasi dan emosi pun mudah meledak. Karena harus bangun sahur selama puasa, maka waktu tidur sebaiknya dipercepat dari biasanya. Bila kebutuhan tidur tercukupi, puasa Anda akan semakin berkualitas karena daya tahan tubuh tetapi prima dan produktivitas kerja pun tidak menurun.
  • Sahur sehat. Makan sahur merupakan bekal tenaga bagi orang yang berpuasa. Tentunya, puasa yang berkualitas didukung oleh menu sahur yang sehat. Pilihlah makanan yang menjadi sumber karbohidrat kompleks. Idealnya, asupan karbohidrat kompleks perlu diimbangi dengan protein dan lemak sehat agar energi dilepaskan secara berkelanjutan sehiggga gula darah tidak cepat turun. Secara khusus, makanan yang mengandung zat besi juga sangat berperan dalam menghadang rasa kantuk berlebihan saat puasa. Ini karena zat besi berperan dalam penyerapan oksigen ke otak sehingga otak tetap siaga dan Anda pun tidak mudah mengantuk. Maka tidak heran, mereka yang mengalami anemia kekurangan zat besi umumnya mengalami gejala mudah mengantuk atau rasa kantuk berlebihan.
  • Cukup cairan. Kekurangan cairan (dehidrasi) membuat tubuh lemas dan lelah sehingga mudah sekali mengantuk saat puasa. Maka dari itu, asupan cairan perlu diatur agar kebutuhan setidaknya delapan gelas air per hari dapat terpenuhi. Cara mengaturnya adalah dengan minum dua gelas di waktu berbuka puasa, empat gelas di malam hari hingga menjelang tidur, dan dua gelas di waktu sahur.
  • Tidur setelah sahur. Menyambung tidur setelah sahur memang dapat menutupi waktu tidur malam yang kurang. Tapi, sebaiknya tidak langsung tidur setelah sahur. Menurut para ahli, hal itu tidak baik bagi pencernaan sehingga dapat mengurangi manfaat sehat dari berpuasa. Butuh jeda waktu sekitar 1-2 jam agar pencernaan makanan berjalan dengan baik.
  • Menghindari aktivitas berat. Puasa tidak harus membatasi diri untuk melakukan kegiatan atau aktivitas produktif. Namun, aktivitas berat atau aktivitas yang memicu keluarnya banyak keringat sebaiknya dihindari agar tubuh tidak mengalami kelelahan dan dehidrasi. Saat tubuh mengalami kelelahan, otak akan mengirim sinyal-sinyal tertentu untuk mengatasi rasa kelelahan tersebut, yaitu dengan mengantuk. Ini karena tidur merupakan cara yang paling efisien bagi tubuh untuk mengatasi rasa lelah.
  • Tidur siang. Tidur siang dapat menjadi solusi untuk menebus jatah tidur yang berkurang di malam hari karena harus bangun sahur. Namun, tidur siang juga jangan sampai berlebihan. Berbeda dengan tidur malam di mana satu siklus tidur memerlukan waktu satu jam, satu siklus tidur siang hanya perlu waktu 15-20 menit. Oleh karenaya, tidur siang 30 menit sudah cukup untuk membuat tubuh dan pikiran terasa segar kembali. Bagi pekerja kantoran, waktu istirahat dapat dimanfaatkan untuk tidur siang sejenak agar kembali bersemangat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY