Mencegah Perut Kembung Pada Wanita Saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selain mendatangkan pahala, berpuasa di bulan Ramadhan juga baik untuk kecantikan. Sayangnya, menjalani ibadah puasa bisa menjadi tidak maksimal akibat munculnya gangguan kesehatan karena pola makan yang kurang tepat. Salah satunya, masalah perut kembung. Pada dasarnya, perut kembung merupakan salah satu efek perubahan pH tubuh terkait proses adaptasi tubuh di minggu pertama puasa. Namun, bila pola makan di bulan puasa tidak dijaga, perut kembung bisa menjadi kendala kelancaran ibadah. Rasa begah dan sensasi tidak nyaman akibat masalah pencernaan ini dapat mengganggu akvititas. Selain itu, bentuk perut yang menjadi tampak buncit juga dapat mengganggu penampilan.

Masalah perut kembung timbul akibat tubuh tidak secara benar memecah gas yang masuk bersama makanan. Di samping itu, terjadi juga pembentukan gas saat lambung mencerna makanan. Jika tidak dikeluarkan, gas di dalam perut akan mulai “berkerumun” di perut dan usus, sehingga membuat perut terasa penuh, begah, dan tampak buncit.

Untuk itu, agar perut kembung tidak menjadi halangan untuk memperoleh puasa secara maksimal, Anda bisa mencegahnya dengan beberapa cara berikut ini:

  • Pilih asupan yang tepat. Menghindari makanan tinggi lemak, seperti gorengan dan makanan bersantan, pada saat sahur ataupun berbuka puasa, dapat menghindarkan Anda dari perut kembung dan mencegah kambuhnya sakit maag. Saat sahur, hindari juga konsumsi makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi dan sawi, guna menghindari produksi asam lambung yang berlebihan. Sebaiknya, tingkatkanlah konsumsi makanan yang mengandung serat terutama buah dan sayuran. Serat dapat mencegah masalah sulit buang air besar (konstipasi), yang bisa membuat perut kembung.
  • Kurangi garam. Mengapa? Terlalu banyak asupan garam dari makanan membuat kadar natrium dalam tubuh meningkat. Natrium bersifat menahan cairan sehingga kelebihan air di dalam tubuh sulit dikeluarkan. Hal ini dapat memicu perut kembung. Maka dari itu, mulailah kurangi asupan garam dengan mengurangi konsumsi makanan olahan seperti sosis dan daging kalengan. Perbanyaklah konsumsi makanan alami seperti buah dan sayur. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kalium (seperti pisang dan alpukat), untuk membantu mengimbangi efek dari natrium berlebih dalam tubuh.
  • Cukupi kebutuhan cairan. Saat mengalami dehidrasi, tubuh menahan udara di dalam perut sehingga dapat menyebabkan perut kembung. Dehidrasi juga dapat menyebabkan sembelit, yang merupakan penyebab lain dari timbulnya masalah perut kembung. Oleh karenanya, cukupi kebutuhan cairan Anda antara waktu berbuka hingga sahur, dan hindari hal-hal yang dapat menguras cairan tubuh secara berlebihan selama berpuasa.
  • Tidak makan terburu-buru. Makanan yang tidak dikunyah hingga tuntas akan lebih sulit dicerna sehingga berpotensi menghasilkan gas berlebih, yang pada akhirnya membuat perut menjadi kembung. Ketika makan terburu-buru, akan banyak udara yang terperangkap dalam usus. Maka dari itu, kendalikan diri agar tidak sampai kalap ketika menikmati hidangan yang tersaji untuk buka puasa ataupun sahur. Makan dan kunyahlah makanan secara perlahan, dan sebaiknya tidak berbicara saat makan untuk meminimalisir masuknya berlebihan ke dalam tubuh yang bisa terperangkap di saluran pencernaan.
  • Aktivitas fisik ringan. Melakukan olahraga ringan atau sekedar peregangan dapat membantu melepaskan udara yang terperangkap di saluran pencernaan. Peningkatan detak jantung dan pernapasan setelah melakukan aktivitas fisik, memicu kontraksi di otot-otot usus sehingga dapat mencegah pembentukan gas di perut secara berlebihan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY