Mencegah Remaja Melakukan Self Injury

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Self injury adalah tindakan yang dilakukan individu untuk melukai atau menyakiti diri sendiri, namun hingga saat ini tidak terdapat kesepakatan secara internasional mengenai definisi self injury. Secara ringkas self injury didefinisikan sebagai mekanisme coping yang digunakan seorang individu untuk mengatasi rasa sakit secara emosional atau menghilangkan rasa kekosongan kronis dalam diri dengan memberikan sensasi pada diri sendiri.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah bahaya self injury pada remaja. Tetapi mengurangi risiko self injury bisa dilakukan dengan melibatkan individu dan masyarakat. Orang tua, anggota keluarga, guru, pelatih atau teman dapat membantu kondisi ini. Berikut beberapa cara untuk mencegah remaja yang melakukan self injury atau menyakiti diri sendiri antara lain :

  1. Identifikasi remaja yang beresiko dan menawarkan bantuan

Cara mengatasi remaja yang beresiko mengalami self injury adalah dengan melakukan identifikasi dan menawarkan bantuan seperti mengajarkanya menjadi remaja yang tangguh dan mengajarkan keterampilan memecahkan masalah dengan cara yang sehat untuk digunakan selama masa-masa sulit.

  1. Meningkatkan kesadaran

Banyak remaja yang kurang paham akan kesadaran dirinya sendiri, maka sebagai remaja perlu mempelajari gejala-gejala self injury, agar bisa menghindari bahayanya self injury pada remaja dan melatih kemampuan gerak-gerik pada remaja yang melakukan self injury.

  1. Dorongan dan Motifasi Teman-Teman

Teman yang sebaya cenderung setia kepada temannya. Beri motivasi anak-anak, remaja, dan dewasa muda untuk menghindari kerahasiaan atau menutup diri dan mencari bantuan jika mereka memiliki kekhawatiran tentang seorang teman atau orang yang dicintai.

  1. Olahraga

Olahraga membantu melepaskan ketegangan fisik dan bisa menjadi cara yang bagus untuk mengatasi stres pada remaja dan mampu mencegah terjadinya self injury. Pergilah berlari atau berjalan-jalan atau berenang untuk merelaksasikan otot-otot pada tubuh.

  1. Menangis

Menangis saat merasakan stres merupakan salah satu cara terbaik untuk menyalurkan stres dan memberikan perasaan lega. Saat menangis karena stres, sebenarnya tubuh juga sedang melepaskan hormon stres atau racun dari tubuh melalui air mata yang menetes. Itu sebabnya stres dapat memperbaiki suasana hati para remaja.

  1. Diskusikan soal pengaruh media

Mendiskusikan dengan teman-temanya tentang pengaruh media pada seseorang yang  rentan melakukan self injury, yaitu mendiskusikan tentang media massa, media sosial, musik dan media lainnya yang sangat terlihat menampilkan self injury yang dapat mendorong anak-anak yang rentan dan orang dewasa muda untuk bereksperimen. Mengajarkan anak-anak remaja keterampilan berpikir kritis tentang pengaruh di sekitar mereka dapat mengurangi dampak bahaya self injury. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here