Mencegah Sariawan pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Selama satu bulan penuh umat muslim menjalankan ibadah puasa. Selama berpuasa, tubuh mengalami kekurangan cairan. Kalau sudah begitu, banyak masalah yang bisa muncul, antara lain, tenggorokan kering, bibir pecah-pecah serta sariawan (stomatitis aftosa). Sariawan adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa bercak putih agak kekuningan dengan permukaan yang agak cekung. Bercak itu dapat menyerang lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut.

Sariawan sebetulnya tidak berbahaya, tapi memang kehadiran sariawan merupakan suatu hal yang tidak diharapkan, karena pasti kita menginginkan dapat berpuasa dengan khusyuk tanpa ada gangguan kesehatan. Sariawan saat puasa juga dapat menyebabkan bau mulut saat puasa, tentunya hal ini akan menggangu ibadah puasa Anda.

Sariawan bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun juga dapat disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dan sebagainya. Sering sariawan saat hamil selain sakit dan tidak nyaman, juga dapat mengganggu pola makan karena ibu hamil merasakan sakit saat mengunyah. Munculnya sariawan biasanya terkait dengan ketidakseimbangan hormon kehamilan sehingga response jaringan terhadap plak menjadi lebih lemah.

Umumnya sariawan itu ditandai dengan timbulnya rasa nyeri, sehingga sulit untuk menelan makanan. Bahkan, jika sariawan itu semakin besar, akan membuat kita menjadi demam. Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara mencegah sariawan, berikut tips mencegah sariawan:

  • Sikat gigi minimal 3x sehari, yaitu pada saat setelah sahur, sesudah buka puasa, dan sebelum tidur. Dengan rajin menyikat gigi, maka akan mengurangi penimbunan plak pada saat puasa.
  • Bila menggunakan/mengkonsumsi obat-obat kumur, gunakan pada saat mandi pagi saja. Jangan terlalu banyak menggunakan obat kumur secara berlebihan karena akan mengubah kondisi flora normal dari rongga mulut.
  • Saat berbuka pusa, usahakan dimulai dengan mengkonsumsi/minum air hangat (jangan air panas ya!) setelah itu baru boleh air dingin. Kondisi mulut yang kering bila langsung terkena perubahan suhu yang ekstrim akan menyebabkan matinya sel-sel epitel pelindung mukosa mulut. Bila ini terjadi akan gampang terkena sariawan.
  • Memperbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah yang banyak mengandung vitamin C.
  • Hindari makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu pedas. Makanan yang terlalu panas, terlalu dingin dan terlalu pedas, dapat menyebabkan gusi atau bibir kita luka dan menyebabkan panas dalam.
  • Minum vitamin tambahan seperti vitamin C dan B12, asal tidak berlebihan.
  • Hindari stres.

Selain melakukan pencegahan sariawan seperti yang telah disebutkan di atas, Anda juga bisa melakukan pengobatan secara alami untuk menyembuhkan sariawan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY