Mencegah Torsio Testis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Testis terpuntir adalah salah satu masalah reproduksi yang harus diwaspadai oleh setiap pria, baik itu yang dewasa maupun remaja. Justru, ketimbang pria dewasa, kondisi ini lebih sering dialami oleh remaja atau bahkan anak-anak. Hal ini karena torsio testis terkait dengan kondisi genetik, yang disebut bell clapper deformity. Normalnya, testis melekat pada skrotum, namun pada mereka yang memiliki kondisi tersebut, testis tidak melekat pada skrotum sehingga lebih berisiko terpuntir. Pada remaja, ledakan pertumbuhan juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan torsio testis.

Torsio testis menyebabkan sakit yang ekstrim, bengkak, mual, muntah, dan nyeri saat buang air kecil. Tak seperti kasus infeksi testis yang bisa diobati dengan antibiotik, torsio testis termasuk ke dalam kondisi medis darurat. Terpuntirnya testis menyebabkan hambatan aliran darah di dalam skrotum. Tanpa aliran darah, jaringan testis tidak akan bisa berfungsi. Jika penanganannya tidak segera diberikan dalam beberapa jam,  jaringan testis bisa mati dan bahkan perlu dikoreksi melalui operasi. Sungguh menyeramkan bukan jika ini sampai terjadi pada remaja Anda?

Torsio testis pada remaja tak selalu dapat dicegah karena penyebabnya lebih sering disebabkan oleh kondisi genetik. Namun, torsio testis juga dapat dialami oleh siapa saja karena dapat pula disebabkan aktivitas yang menyakiti testis. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko torsio testis antara lain:

  • Pemeriksaan dini. Jika putera Anda memiliki riwayat kondisi genetik yang berkaitan dengan torsio testis, segera lakukan pemeriksaan sejak dini. Dokter mungkin merekemondasikan operasi untuk melekatkan testis pada skrotum guna mencegah torsio testis di kemudian hari.
  • Menjaga kestabilan suhu testis. Sama halnya dengan suhu panas, suhu testis yang dingin juga dapat memicu masalah testis, salah satunya torsio testis. Suhu testis yang normal adalah 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh. Jika suhu terlalu dingin, secara otomatis testis akan mengerut dan ini terkadang memicu rasa sakit terkait torsio testis.
  • Menghindarkan testis dari cedera. Cedera pada area testis juga dapat menyebabkan torsio testis. Terkadang, torsio testis juga terjadi setelah melakukan aktivitas berat. Oleh karenanya, remaja Anda perlu berhati-hati dalam beraktivitas yang melibatkan banyak gesekan pada testis. Begitu juga dengan pemakaian celana dalam, kenakanlah celana dalam yang tidak ketat agar tidak menghambat aliran darah sekitar area reproduksi dan suhu testis tetap pada tingkat yang stabil.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY