Mendeteksi Terjadinya Pelecehan Seksual pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pelecehan seksual pada anak dapat terjadi karena anak dipaksa atau dibujuk oleh pelaku. Sayangnya, ada banyak anak yang tidak menyadari atau memahami jika tindakan yang diminta seseorang kepada dirinya adalah termasuk pelecehan seksual. Apalagi, saat ini tindakan pelecehan seksual tidak semata-mata berbentuk kontak fisik. Namun pelecehan seksual pada anak saat ini juga bisa terjadi secara daring (online).

Memang agak susah untuk dapat mendeteksi seorang anak telah mengalami pelecehan seksual. Kebanyakan dari mereka merasa takut untuk mengungkapkan hal tersebut karena menganggap kejadian tersebut diakibatkan oleh kesalahan yang mereka perbuat. Terkadang, pelaku juga sering menakut-nakuti anak-anak dengan cerita-cerita bahwa mereka tidak akan dipercayai jika menceritakan kejadian yang dialami, sehingga membuat anak menjadi takut untuk bercerita pada orang tua.

Selain itu, pelaku pelecehan seksual pada anak mungkin saja melakukan berbagai ancaman, sehingga membuat korban merasa lebih aman jika memendam kejadian yang dialaminya. Namun, meskipun susah mendeteksi apakah anak telah mengalami kejadian memilukan ini, beberapa hal bisa dijadikan patokan untuk mengetahui jika anak anda mendapatkan pelecehan seksual.

Perhatikan apakah ada perubahan dari perilaku anak anda. Pada umumnya anak yang mengalami pelecehan seksual akan menarik diri dari lingkungan sekitar, menjadi lebih agresif, tiba-tiba bersikap manja, sering ngompol atau susah tidur pada malam hari. Akibat mendapatkan perbuatan tercela ini juga bisa menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh anak.

Apabila anak merasa nyeri pada daerah kemaluan atau dubur, maka anda sebagai orang tua harus waspada. Bisa jadi hal itu menandakan jika anak anda mengalami infeksi menular seksual atau bahkan hamil akibat pelecehan seksual dari orang tak bertanggung jawab. Selain itu, untuk mendeteknsi anak mengalami pelecehan seksual, anda bisa mengamati dari tingah laku anak yang tiba-tiba mengalami kesulitan berjalan atau susah untuk duduk.

Selanjutnya, anda harus memperhatikan apakah anak terlihat menghindari atau takut pada seseorang. Anak yang mengalami pelecehan seksual akan timbul perasaan takut hal itu teruang kembali. Maka wajar jika anak kemudian takut bertemu atau menghabiskan waktu dengan pelaku tanpa didampingi orang lain.

Tanda-tanda lain untuk mendeteksi anak mendapatkan elecehan seksual yaitu anak memperlihatkan perilaku atau pengetahuan tentang seksualitas yang tidak sesuai dengan usianya. Jika anak anda mengalami ciri-ciri tersebut di atas, segera periksa pakaian mereka. Pada umumnya aksi pelecehan seksual akan meninggalkan bekas seperti bercak darah di pakaian korban (anak).

Pelecehan seksual yang menimpa anak juga bisa mengganggu hasil akademik mereka. Anak yang telah mengalami pelecehan seksual biasanya mengalami penurunan prestasi di sekolah karena mereka kesulitan fokus pada saat belajar.

Terakhir, orang tua yang berupaya untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya pelecehan seks pada anak yaitu membaca petunjuk atau cerita yang mungkin akan diberikan anak anda. Mereka mungkin akan sulit berbicara secara terang-terangan mengenai kejadian yang menimpanya, namun mereka dapat memberikan kode atau petunjuk tidak langsung terkait peristiwa tersebut. Oleh karena itu, anda sebagai orang tua harus peka terhadap perbedaan perilaku anak. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here