Menelusuri Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil

0
3
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat hamil, seorang wanita akan mengalami banyak perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis. Walaupun hal tersebut wajar, hendaknya anda tetap memperhatikan dan jangan mengabaikannya. Karena tidak semua perubahan yang dialami oleh ibu hamil aman, tetapi ada yang dapat mempengaruhi keadaan janin dalam kandungan.

Untuk mengetahui perubahan tersebut wajar atau berbahaya anda perlu mengamati berbagai gejala yang muncul. Salah satu gejala yang sering di alami oleh ibu hamil adalah munculnya keputihan.

Keputihan saat hamil ini adalah keluarnya cairan dari dalam vagina tanpa sebab patologis, kadang berbau kurang sedap dan terasa menganggu kenyamanan ibu. Penyebabnya karena peningkatan hormon estrogen sehingga produksi lendir dari mulut rahim ikut meningkat.

Pada awal-awal kehamilan keputihan merupakan suatu hal yang normal yaitu encer bening, tidak berbau dan tidak gatal. Keputihan yang harus anda waspadai adalah ketika keputihan itu merupakan penyakit. Keputihan yang merupakan penyakit adalah keputihan yang berwarna hijau atau putih kental, terasa gatal atau nyeri, jumlahnya banyak serta baunya tidak sedap. Keputihan yang seperti ini bisa disebabkan karena bakteri atau jamur atau parasit.

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri atau kuman ada 3 jenisnya, meliputi :

  1. Gonococus, merupakan diplococcus gram negatif. Bakteri ini terutama menginfeksi selaput lendir manusia, yaitu alat kelamin, liang dubur, selaput lendir mata, dan tenggorokan. Apabila alat kelamin anda sudah terinfeksi bakteri ini, biasanya akan menyebabkan keputihan berupa cairan berwarna putih dan seperti nanah.
  2. Keputihan dengan Trichomonas vaginalis ditandai dengan cairan putih yang disertai dengan buih, berbau menyengat, terasa panas, gatal-gatal.
  3. Keputihan dengan Candida albicans menyebabkan cairan berwarna putih disertai dengan gumpalan semacam gel dan terasa gatal. Jenis keputihan ini apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan terjadinya kelahiran dengan bobot bayi rendah atau sering kita sebut dengan kelahiran prematur.

Untuk menghindari terjadinya keputihan yang merupakan penyakit hendaknya anda selalu menjaga kebersihan daerah vagina. Caranya jaga daerah kemaluan agar tidak lembab, mengganti celana dalam jika basah, menghindari pakaian ketat serta kegemukan, serta menghindari pemakaian sabun pencuci kemaluan.

Jika keputihan yang anda alami semakin parah, sebaiknya konsultasi dengan dokter. Karena jika dibiarkan dapat berisiko terhadap anda dan bayi anda, yaitu dapat mengiritasi daerah jalan lahir yang dapat berakibat kelahiran prematur dan ketuban pecah dini serta dapat menginfeksi mata bayi ketika proses kelahiran. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY