Mengapa Bulu Kemaluan Cenderung Keriting?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang selalu bertanya-tanya mengapa rambut di area kemaluan selalu keriting. Bahkan banyak orang yang tidak menyukainya dan mencukur habis bulu kemaluannya agar terlihat rapi. Padahal rambut kemaluan juga banyak manfaatnya. Terutaama untuk mencegah kuman masuk ke area intim.

Fakta Ilmiah Bulu Kemaluan Keriting

Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan bahwa bulu kemaluan tumbuh dengan kondisi keriting ialah sebagai berikut:

  1. Setiap hari menggunakan celana dalam yang membuat area kemaluan menjadi keriting, lembab, dan sulit diatur. Beberapa orang bisa jadi memiliki bulu kemaluan yang lurus, tapi karena pemakaian celana dalam yang terlalu sering dan ketat kemudian membuat bulu kemaluan menjadi lebih kusut dan keriting.
  2. Kebanyakan bulu kemaluan keriting dan berwarna hitam karena tidak terekspos dan terkena sinar matahari. Padahal bisa jadi seseorang memiliki warna rambut di kepala yang berbeda sehingga tidak menjadi masalah. Bulu kemaluan memang cenderung lebih hitam dari bulu yang lainnya.
  3. Menurut American Academy of Dermatology mengatakan bahwa tekstur rambut kemaluan cenderung keriting karena lebih tebal dan kasar sehingga menjadi penyangga. Penyangga di sini yang dimaksud ialah agar ketika terjadi gesekan tidak menimbulkan luka dan ruam pada kulit ketika berhubungan seks dan tehindar dari bakteri pathogen dan kuman yang lain.
  4. Rambut keriting pada kemaluan biasanya disebabkan oleh adanya folikel atau lubang tempat rambut bertumbuh berbentuk oval sehingga membuat rambut yang tumbuh di area kemaluan menjadi lebih keriting. Bentuk rambut kemaluan yang keriting juga menyebabkan adanya feromon yang disekresikan dari kelenjar keringat di area selangkangan.
  5. Bentuk rambut kemaluan yang keriting juga pada umumnya disebabkan oleh adanya banyaknya sel syaraf dan hormone di sekitar area kemaluan sehingga menumbuhkan rambut yang bentuknya lebih keriting dari rambut di area tubuh yang lain.

Rambut kemaluan biasanya cenderung lebih kaku sehingga lebih mudah keriting jika ditekan dengan celana dalam yang rapat. Di area kemaluan juga jarang terkena udara dan hawa luar sehingga membuatnya mudah pengap dan lembab. Kelembaban di area kemaluan membuat area ini cenderung lebih sensitif dari yang lain.

Bulu kemaluan biasanya akan cenderung lebih mudah rontok setelah berjalan dalam kurun waktu sekitar empat bulan. Kemudian akan digantikan dengan pertumbuhan bulu kemaluan yang baru. Bulu kemaluan yang tidak dipotong dalam jangka waktu yang lama biasanya akan cenderung menimbulkan gatal dan bau yang tidak sedap. Sehingga perlu dipotong secara rutin jika memang sudah terlalu tebal. Tapi jangan sampai dipotong sampai habis karena justru akan membuat area kemaluan akan lebih sering lecet.

Demikian informasi mengenai bulu kemaluan yang cenderung keriting. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here