Mengapa Ibu Hamil Rentan Infeksi?

SehatFresh.com – Kehamilan memengaruhi setiap sistem fisiologis dalam tubuh. Perubahan fungsi kekebalan tubuh dan keseimbangan hormon meningkatkan kerentanan ibu hamil terhadap infeksi dan komplikasi serius. Beberapa infeksi yang terjadi selama kehamilan menimbulkan risiko terutama untuk ibu. Lainnya membawa risiko serius terhadap janin juga. Beberapa infeksi selama kehamilan bahkan dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, cacat lahir dan kematian ibu. Lebih rumit lagi, obat yang digunakan untuk mengobati infeksi dapat menyebabkan efek samping yang serius terutama bagi bayi yang belum lahir.

Sistem kekebalan tubuh meliputi sel-sel yang mengenali antigen spesifik (zat yang memanggil respon imun) dan sel-sel yang menghasilkan antibodi untuk menyerang antigen. Sistem kekebalan tubuh melawan bakteri, virus, dan penyebab potensial infeksi lainnya pada sel-sel kanker atau organ transplantasi. Dalam memerangi infeksi, tubuh bergantung pada beberapa lapisan pertahanan seperti kulit dan selaput lendir serta sel-sel yang bertugas untuk menghancurkan bakteri atau sel yang terinfeksi.

Selama kehamilan, sistem imun berubah agar dapat melindungi ibu dan bayi dari penyakit. Perubahan sistem kekebalan tubuh wanita selama kehamilan meliputi :

  • Peningkatan produksi makrofag (sel-sel yang menghancurkan bakteri) guna meningkatkan respon anti bodi dan membantu melindungi terhadap bakteri.
  • Penurunan aktivitas sel NK (“pembunuh alami” sel-sel darah putih, yang membunuh sel-sel yang telah terinfeksi dengan virus atau yang merupakan bagian dari tumor).
  • Penurunan aktivitas sel T, yang membantu untuk mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh virus
  • Penurunan produksi sitokin (yang dilepaskan dari sel-sel kekebalan tubuh untuk merekrut sel-sel lain untuk membantu melawan infeksi).

Karena fungsi sel T tertekan, wanita hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi oportunistik (infeksi yang tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal) dan infeksi virus. Bahkan, kejadian penyakit virus, intensitas serangan virus, tingkat keparahan penyakit, dan tingkat kematian menjadi lebih tinggi pada wanita hamil dibandingkan pada wanita yang tidak hamil.

Selain perubahan imunologi yang terjadi selama kehamilan, perubahan hormonal dapat menjadi faktor untuk infeksi. Efek ini paling menonjol di saluran kemih, yang terdiri dari ginjal (organ yang menghasilkan urin), ureter (saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih (di mana urin disimpan) dan uretra (saluran yang mengangkut urin keluar dari tubuh). Rahim yang kian membesar menempatkan tekanan pada ureter. Sementara itu, peningkatan sekresi hormon progesteron melemaskan ureter dan otot kandung kemih. Akibatnya, urin mungkin menetap di kandung kemih terlalu lama, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran kemih (ISK).

Contoh lainnya adalah kandidiasis (infeksi jamur). Efek peningkatan estrogen di saluran reproduksi memberi kecenderungan terhadap infeksi jamur. Dan, karena paru-paru mengandung lebih banyak cairan selama kehamilan dan tekanan pada paru-paru dari perut membuat lebih sulit untuk membersihkan cairan ini, sehingga membuat ibu hamil lebih mungkin untuk mengembangkan pneumonia. Alasannya karena cairan ekstra merangsang pertumbuhan bakteri dan menghambat kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Beberapa infeksi yang terjadi selama kehamilan seperti infeksi saluran kemih, vaginitis, dan infeksi postpartum, menimbulkan masalah terutama bagi ibu. Sedangkan, infeksi seperti HIV, sitomegalovirus, toxoplasma, dan parvovirus dapat ditularkan dari ibu ke bayi dan menyebabkan cedera serius. Terkait HIV, kombinasi obat-obatan baru secara signifikan dinilai memperpanjang masa hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien yang terinfeksi. Terapi obat ini telah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat penularan infeksi HIV dari ibu hamil ke bayi mereka.

Mengetahui tentang risiko infeksi selama kehamilan dan bahaya potensial untuk Anda dan bayi akan membantu mencegah penularan. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kehamilan, jangan ragu untuk bertanya pada dokter Anda.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY