Mengapa Orgasme Terasa Menyenangkan

SehatFresh.com – Orgasme merupakan salah satu tujuan utama aktivitas seksual. Sayangnya, tidak semua orang selalu merasakannya ketika bercinta. Orgasme digambarkan sebagai sensasi puncak dari kenikmatan intens yang umumnya terjadi akibat rangsangan pada organ seksual. Dalam hal ini, otak sebagai pusat kontrol tubuh memainkan peranan penting agar seseorang mencapai orgasme.

Selama orgasme, otak dibanjiri informasi baik itu dari dalam jiwa dan dari saraf di daerah genital. Ada jutaan ujung saraf pada klitoris, labia, lubang vagina, penis, testis, dan perineum, yang semuanya akan terasa sangat menyenangkan ketika dirangsang dan terangsang. Ketika berhasil dirangsang, saraf tersebut mengirim pesan ke pusat kesenangan otak.

Orgasme tidak hanya mengaktifkan pusat kesenangan, tapi juga menyebabkan pikiran “kehilangan kendali” untuk sementara. Sebuah studi terbaru dari University of Groningen di Belanda menemukan bahwa ketika pria dan wanita mencapai orgasme, korteks orbitofrontal lateral sementara menjadi tidak aktif. Ini adalah wilayah otak yang bertanggung jawab untuk pengendalian perilaku.

Ketika orgasme, otak juga dibanjiri dengan oksitosin, yang merupakan bahan kimia otak yang kuat yang menginspirasi perasaan keintiman. Oksitosin membuat Anda merasa lebih dekat dengan pasangan. Pria didominasi oleh hormon testosteron di mana cara kerjanya memerangi beberapa efek oksitosin. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa pria bisa berhubungan seks tanpa perasaan keintiman, sementara wanita sering merasa lebih terhubung setelah berhubungan intim. Ini juga mungkin juga menjelaskan mengapa wanita ingin berpelukan setelah berhubungan seks, sedangkan pria hanya ingin minum atau pergi tidur.

Ketika wanita mengalami orgasme, bagian otak yang mengontrol respons fight-or-flight (hadapi atau hindari) diaktifkan. Bagian otak tersebut adalah periaqueductal gray (PAG). Pada pria, PAG tidak aktif ketika mencapai orgasme. Studi juga menemukan bahwa wanita mengalami penurunan aktivitas di amigdala dan hippocampus ketika mereka mencapai orgasme, yang berhubungan dengan ketakutan dan kecemasan. Para peneliti berteori bahwa bahwa perbedaan-perbedaan ini dikarenakan wanita perlu merasa aman dan lebih rileks agar bisa menikmati seks dan mencapai orgasme, sesuatu yang mungkin tidak begitu dipedulikan oleh pria.

Kendati demikian, otak bukan satu-satunya bagian dari tubuh yang merespon orgasme. Alat kelamin juga merespon, berkontraksi dan melepaskan energi seksual yang kuat sehingga membuat Anda merasakan kesenangan saat orgasme. Penumpukan energi seksual dan kontraksi otot yang melepaskan energi ini adalah respon fisiologis yang sederhana namun kuat di balik orgasme.

Sumber gambar : plus.google.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY