Mengapa Wanita Lebih Sering Sembelit?

SehatFresh.com – Sembelit merupakan masalah pencernaan yang dikeluhkan banyak orang. Ini seringkali disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Selain pola makan kurang sehat di mana tidak tercukupinya kebutuhan serat dan kurang minum, kurangnya aktivitas fisik juga bisa menyebabkan sembelit. Seseorang dikatakan mengalami sembelit bila frekuensi buang air besarnya kurang dari tiga kali per minggu, di mana feses juga menjadi keras. Keluhan ini lebih banyak dialami wanita daripada pria. Mengapa?

  • Kebiasaan menunda buang air besar

Kebiasaan menunda buang air besar (BAB) yang tampaknya sepele bisa memicu sembelit. Wanita memang cenderung lebih memerhatikan masalah kebersihan dan lebih nyaman melakukannya di rumah sendiri ketimbang di toilet umum. Tapi, kebiasaan menahan buang air besar ini akan menghilangkan keinginan alami untuk buang air besar yang datangnya alami. Semakin lama di tahan, fese semakin mengeras, sehingga akan menyulitkan proses mengejan.

  • Kurang aktivitas fisik

Aktivitas fisik wanita cenderung lebih sedikit ketimbang pria. Ini juga menjadi alasan mengapa wanita rentan sembelit. Aktivitas fisik akan berpengaruh pada kinerja usus. Kurangnya aktivitas fisik mengakibatkan pencernaan melambat, yang akhirnya memicu sembelit, terutama bila pola makan juga tidak sehat.

  • Pengaruh hormon

Kondisi hormonal yang berbeda antara pria dan wanita juga berkaitan dengan kerentanan wanita terhadap sembelit. Saat menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesterone meningkat. Ini berpotensi memicu sembelit. Untungnya, kesulitan buang air besar terkait ini hanya terjadi saat menstruasi saja. Sembelit saat menstruasi ini bisa dicegah dengan menerapkan pola makan sehat. Menjelang datang bulan, pilihlah makanan yang sehat seperti buah dan sayur yang juga kaya akan kandungan serat.

Sembelit karena perubahan hormon juga sering dialami oleh wanita hamil. Ini juga terkait dengan peningkatan hormon progesteron yang menyertai kehamilan, yang membuat pergerakan usus ibu menjadi lebih lambat. Akibatnya, feses menjadi lebih lama dalam usus dan membuat usus menyerap air yang terkandung di dalamnya sehingga menyebabkan kotoran menjadi agak keras dan lebih sulit untuk dikeluarkan.

Sembelit jangan dibiarkan. Penanganannya bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat pencahar atau makanan kaya serat yang bisa membantu melancarkan buang air besar. Obat pencahar tidak boleh digunakan selama lebih dari dua minggu, atau digunakan oleh ibu hamil tanpa konsultasi dokter karena bisa menyebabkan ketergantungan dan efek samping lainnya. Jika masalah sembelit tak juga mereda, segera konsultasikan pada dokter. Sembelit yang terus menerus bisa menyebabkan wasir, dan atau menandakan kondisi kesehatan lain yang lebih serius.

Sumber gambar : cahila.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY