Mengapa Wanita Rentan Infeksi Saluran Kemih

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah keradangan pada saluran kemih dikarenakan infeksi bakteri. ISK ada yang tanpa gejala, tetapi ada pula yang simtomatik. Gejala ISK antara lain nyeri pada perut bagian bawah, dysuria (nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil), pollakiuria (merasa sering ingin buang air kecil, meski urin hanya sedikit), merasa lelah dan lemas, urin berwarna pekat dan kadang disertai darah, urin berbau tajam; dan kadang bisa disertai demam dan mual muntah.

ISK sering terjadi pada wanita, hampir 25% dari semua jenis infeksi. Insiden ISK 1% pada remaja wanita usia sekolah dan 4% pada wanita usia produktif, dan resiko infeksi lebih tinggi pada wanita postmenopause. Sekitar 50-60% dari seluruh wanita dapat mengalami ISK. Berikut ini beberapa sebab wanita cenderung rentan mengalami ISK:

  • Anatomi uretra yang pendek. Uretra pada pria lebih kompleks daripada wanita karena fungsinya selain sebagai saluran pembuangan urin juga sebagai saluran cairan semen. Uretra pada pria terdiri dari 3 segmen, yaitu: prostatic, membranous, dan spongy; dengan total panjang lebih kurang 20 cm. Pada wanita, uretra hanya berfungsi sebagai saluran urin untuk diekskresi dari kandung kemih ke luar tubuh. Uretra pada wanita tidak bersegmen, dengan total panjang lebih kurang 4 cm. Anatomi uretra pada wanita yang pendek ini menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke uretra.
  • Kebiasaan buruk. Beberapa kebiasaan buruk yang diduga menjadi faktor resiko ISK adalah mengenakan celana ketat, menunda buang air kecil, dan kurang memperhatikan kebersihan pasca buang air kecil. Mengenakan celana ketat menciptakan suasana lembap pada daerah perianal yang menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Menunda buang air kecil menyebabkan bakteri berakumulasi di kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi di kandung kemih, maupun menyebar ke bagian lain. Kurang memperhatikan kebersihan pasca buang air kecil memudahkan bakteri berkolonisasi dan masuk ke dalam saluran kemih.
  • Aktivitas seksual. Aktivitas seksual memudahkan pertukaran bakteri, dengan masuk melalui saluran kemih. Penggunaan kontrasepsi diafragma dan spermisida juga berperan membantu kolonisasi bakteri di area periuretra.
  • Faktor postmenopause. Pada wanita yang telah mengalami menopause, kandung kemih dan rahim prolapse sehingga pengosongan kandung kemih menjadi kurang maksimal. Selain itu, absennya hormon estrogen menyebabkan perubahan pada flora normal di vagina (terutama berkurangnya bakteri golongan Lactobacillus), sehingga memudahkan kolonisasi bakteri aerob gram negatif, seperti Escherichia coli.

Namun demikian, Anda tidak perlu kuatir karena ISK pada wanita masih dapat dicegah, yaitu dengan cara:

  • Menjaga kebersihan daerah perianal (membasuh dari depan ke belakang, menggunakan tampon saat menstruasi).
  • Tidak menunda buang air kecil.
  • Menghindari penggunaan pakaian yang ketat dan tidak menyerap keringat. Pilihlah pakaian berbahan katun.
  • Minum air lebih banyak.
  • Berolah raga teratur. (MHW)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY