Mengatasi Anak Sering Ngompol

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mengompol yang secara medis dikenal dengan sebutan nocturnal enuresis merupakan kondisi umum yang terjadi pada banyak anak, dan terkadang juga terjadi pada orang dewasa. Sekitar 10% anak-anak berusia 5 tahun masih membasahi tempat tidur mereka hampir setiap malam.

Kebiasaan mengompol ini harus segera diatasi karena kalau dibiarkan dapat membuat anak minder dan malu. Rasa minder, malu dan sedih ini dapat menimbulkan masalah-masalah baru, misalnya anak menjadi bahan olokan teman-teman sekolahnya, dan merasa kurang percaya diri berada diantara teman-temannya.

Mengompol sesungguhnya bukan kemauan Anak. Langsung menyalahkan dan menghukum anak hanya akan memperburuk masalah. Terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi ngompol. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi ngompol pada anak:

  • Pahami kondisi anak. Sebelum mencapai usia 5 tahun atau lebih, kebanyakan anak akan mengompol di malam hari karena anak kandung kemihnya masih terlalu kecil. Selain itu, kontrol otot pada anak belum dapat berfungsi dengan baik. Ketika kandung kemih anak penuh, kemungkinan anak telah tidur terlalu nyenyak sehingga anak akan mengompol. Pahami kondisi ini dan jangan memarahi anak jika anak membuat basah tempat tidurnya ketika tidur.
  • Beri waktu kepada anak untuk membiasakan diri menggunakan toilet. Berikan waktu setidaknya 6 bulan untuk membuat anak Anda terbiasa dengan peraturan yang Anda buat untuk pipis di toilet. Jika anak masih tetap mengompol beberapa kali seminggu setelah Anda mengajarkan bagaimana menggunakan toilet. Anak bisa saja masih belum siap dengan kebiasaan tersebut. Tetap pasang diaper pada popok anak selama masa adaptasi anak terhadap penggunaan toilet.
  • Lapisi kasur anak. Biasanya kebiasaan mengompol pada anak akan hilang setelah satu tahun sejak anak mulai menggunakan toilet. Ambillah tindakan pencegahan agar kasur anak tidak basah karena anak mengompol ketika tidur, lapisi kasur anak dengan penutup yang tahan air.
  • Berikan penjelasan. Jelaskan kepada anak Anda bahwa Anda tidak marah kepadanya karena ia mengompol. Anda justru ingin membantunya mengatasi kebiasaan mengompolnya tersebut. Selain usia anak yang semakin besar, juga ingatkan pada anak Anda bahwa mengompol akan menyebabkan anak merasa tidak nyaman karena baju, celana, kaki dan tempat tidurnya basah.
  • Tidak bergantung kepada popok. Anda bisa mencari video di internet atau membeli buku yang memiliki gambar – gambar menarik menjelaskan cara yang dapat membantu mereka mengontrol kandung kemihnya dan mampu pergi ke toilet sendiri jika butuh buang air kecil.
  • Melakukan beberapa latihan. Cek popok anak setiap pagi hari untuk melihat apakah anak bisa menjaga popoknya untuk tetap kering sepanjang malam atau tidak. Usahakan sesegera mungkin setelah anak bangun dari tidurnya. Dengan begitu jika memang popoknya basah, maka Anda akan bisa melihat apakah pembasahan popok terjadi di malam hari atau pagi hari. Pada masa latihan mungkin Anda bisa memberikan pull-up diaper kepada anak Anda yakni popok yang berbentuk seperti celana dalam anak.
  • Batasi jumlah cairan yang diminum anak saat malam hari. Terutama 1 – 2 jam sebelum tidur.
  • Ajak anak ke toilet dan buang air kecil sebelum tidur. Buang air kecil sebelum tidur dapat dilakukan sebagai kegiatan rutin yang dilakukan anak sebelum beranjak tidur selain mandi, gosok gigi dan dibacakan cerita oleh ayah atau ibu.
  • Menjaga anak untuk tidak mengonsumsi cola, teh, cocoa, dan cokelat. Semua bahan tersebut mengandung kafein yang bersifat diuretik.
  • Jangan perlakukan anak seperti bayi. Jangan memaksanya menggunakan popok atau celana plastik.
  • Lakukan ‘pillow talk’. Anda bisa membisikkan kata-kata ke telinga anak untuk segera ke kamar mandi jika ia ingin buang air.
  • Lakukan teknik regresi. Teknik ini dilakukan untuk anak di atas 7 tahun yang masih ngompol, untuk mencari tahu gangguan psikologis apa yang pernah terjadi pada anak hingga memicu kebiasaan ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY