Mengatasi Bau Badan Wanita

SehatFresh.com – Bau badan setiap wanita akan berbeda-beda. Tapi, beberapa wanita mungkin memiliki bau badan yang kurang enak. Bau badan umumnya muncul dari ketiak atau pangkal paha. Pada wanita, munculnya bau badan terkait dengan kebersihan diri yang buruk atau keringat yang berlebihan serta perubahan hormonal.

Setiap bulannya, hormon wanita berfluktuasi. Ini berkaitan dengan ovulasi dan menstruasi. Perubahan selama siklus menstruasi akan berefek di seluruh tubuh, di antaranya dengan memengaruhi keringat, toleransi panas, dan bau badan. Perubahan hormonal dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi keringat yang berlebihan (hiperhidrosis) atau menyebabkan keringat menjadi berbau (bromhidrosis), apalagi jika kebersihan badan tidak diperhatikan.

Ketika kadar hormon tidak seimbang, terjadi perubahan sensitivitas suhu dan akhirnya meningkatkan pelepasan keringat yang disebabkan oleh perubahan toleransi panas dan pelebaran pembuluh darah kulit. Keringat pada dasarnya tidak berbau. Tapi, bakteri di permukaan kulit akan menjadikan keringat sebagai bahan bakar dan memprosesnya dalam sistem metabolisme mereka sehingga menghasilkan produk sampingan yang menyebabkan keringat berbau.

Rambut tubuh yang kurang terawat seperti bulu di ketiak dan daerah kemaluan semakin berkontribusi terhadap munculnya bau badan. Pasalnya, rambut tubuh yang tebal di area tersebut merupakan tempat yang ideal untuk sarang bakteri. Ini semakin diperparah bila Anda tidak mandi secara teratur.

Wanita yang memiliki bau badan yang sangat menyengat sebagian besar atau bahkan hampir semua wanita merasa tidak percaya diri apabila dihadapkan di hadapan publik. Untuk mengatasinya, beberapa cara di bawah ini dapat menjauhkan Anda dari masalah bau badan yang mengganggu:

  • Mandi dua kali sehari

Praktik kebersihan yang baik salah satunya dengan mandi secara teratur akan sangat membantu mengatasi masalah bau badan. Biasakanlah untuk mandi dua kali sehari. Saat mandi, area rawan keringat seperti ketiak dan selangkangan harus dibasuh secara menyeluruh. Penggunaan sabun antibakteri atau antiseptik juga akan sangat membantu dalam mengendalikan pertumbuhan bakteri yang menjadi pemicu bau badan. Keringkan badan secara menyeluruh setelah mandi. Ini akan membantu mengurangi potensi perkembangbiakan bakteri.

  • Kenakan pakaian yang tepat

Kenakan pakaian yang berbahan menyerap keringat dan longgar. Misalnya, pakaian berbahan katun, bisa mengurangi keringat berlebih. Penting juga untuk mengganti dan mencuci pakaian secara teratur serta tidak mengenakan kembali pakaian yang sudah terkena keringat.

  • Pakai deodoran atau antiperspiran

Penggunaan deodoran atau antiperspiran mungkin diperlukan terutama jika Anda cenderung mengeluarkan keringat berlebih. Anda bisa menggunakan antiperspiran sebelum tidur. Kelenjar-kelenjar keringat bekerja tidak terlalu aktif pada saat tidur sehingga efek antiperspiran akan lebih maksimal. Deodoran bisa digunakan di siang hari. Deodoran memang tidak mencegah keringat, namun wewangian yang terkandung di dalamnya dapat membantu mengurangi munculnya keringat berbau.

  • Merawat rambut tubuh

Rambut di ketiak dan bulu kemaluan yang tidak terawat membuat area tersebut semakin ideal untuk menjadi tempat bakteri berkembang biak. Teratur mencukur ketiak dan rambut kemaluan juga dapat membantu potensi munculnya bau yang mengganggu.

  • Perhatikan asupan makanan

Kondisi ketidakseimbangan hormon yang menjadi penyebab bau badan bisa semakin buruk jika Anda mengonsumsi makanan tidak sehat atau makanan tertentu yang memicu bau badan. Beberapa jenis makanan bisa merangsang produksi keringat lebih banyak dari biasanya. Makanan pedas, seperti bawang merah dan bawang putih, alkohol juga diketahui dapat memicu munculnya bau badan yang mengganggu.

Sumber gambar : www.detiablog.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY