Mengatasi Bayi Kuning

pondokibu.com

SehatFresh.com – Terkadang seorang Ibu merasa cemas ketika mengetahui bayi yang baru dilahirkannya bewarna kuning. Pada darahnya, kondisi ini terjadi karena si kecil memiliki kelebihan bilirubin (unsur kuning). Bayi baru lahir memiliki kadar sel darah yang tinggi sehingga memicu produksi bilirubin. Bilirubin terbentuk ketika sel-sel darah merah yang tua dihancurkan.

Saat masih dalam kandungan, janin membutuhkan sel darah merah yang sangat banyak karena paru-parunya belum berfungsi. Sel darah merahlah yang bertugas mengangkut oksigen dan nutrien dari ibu ke janin melalui plasenta. Sesudah ia lahir, parunya sudah berfungsi, sehingga sel darah merah ini tidak dibutuhkan lagi dan dihancurkan. Salah satu hasil pemecahan itu adalah bilirubin.

Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi atau tergolong ringan, tidak diperlukan terapi khusus. Untuk membantu proses pengeluaran bilirubin dalam tubuh, dapat dilakukan dengan cara:

  • Memberi asupan yang cukup. Beri asupan makanan yang cukup. Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Dengan banyaknya makanan yang masuk maka proses pembuangan urine dan feses lebih lancar sehingga bilirubin terbantu kaluar dari tubuh. Cukup atau tidaknya pemberian asupan dapat diperhatikan dari urine dan feses. Hal yang dapat diperhatikan antara lain dari frekuensi bayi berkemih dan warna feses. Umumnya bayi buang air kecil sebanyak lima sampai enam kali dalam sehari dan warna feses yang berubah dari hijau tua.
  • Jemur. Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi dapat membantu mengatasi ikterus. Sinar matahari akan membantu pemecahan bilirubin. Hanya saja patut diperhatikan waktu dan durasi menjemur bayi. Jemur Bayi Anda di bawah sinar matahari pagi antara pukul 06.30-07.30. Buka seluruh pakaian bayi/telanjang, namun tetap diperhatikan kulit bayi agar tidak terjadi iritasi oleh sinar matahari. Lindungi mata bayi (tutup dengan kain) agar bayi tak silau terkena sinar matahari. Jangan sampai kulit bayi terbakar akibat sinar matahari. Jangan sampai bayi terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 10 menit.
  • Perhatikan kondisi bayi Anda. Perhatikan kondisi bayi Anda, apakah ia tampak lebih lemas, tidak aktif, tidak mau menyusui, serta tangisnya kurang kuat? (hanya bisa merintih). Jika hal itu terjadi, maka segeralah memeriksakan bayi Anda ke dokter atau rumah sakit.

Jika bayi kuning tak juga hilang lebih dari dua minggu, segera larikan Bayi ke dokter /rumah sakit agar segera mendapat perawatan intensif. Bila perlu, jangan menunggu dua minggu untuk mendatangi ahli kesehatan.

Sebaliknya, jika tergolong berat dengan kadar bilirubin tinggi, biasanya dokter akan menganjurkan agar dilakukan terapi sinar. Bayi akan dipaparkan sinar biru khusus yang akan membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dalam urine atau feses.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY