Mengatasi Cystitis pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sistitis atau cystitis adalah inflamasi atau peradangan yang terjadi pada kandung kemih akibat infeksi bakteri. Wanita lebih rentan terkena sistitis dikarenakan ukuran uretra (saluran utama pembuangan urin ke luar tubuh) wanita lebih pendek dibandingkan pria serta letaknya yang lebih dekat dengan anus. Oleh karena itu, bakteri dari anus pada tubuh wanita lebih mudah untuk berpindah dan masuk ke dalam, sehingga rentan menginfeksi saluran kemih.

Wanita juga seringkali mengalami sistitis karena cedera pada uretra di saat berhubungan intim, seperti honeymoon cystitis sering terjadi pada wanita yang baru menikah. Hal ini bisa terjadi karena intensnya aktivitas hubungan seksual yang dilakukan di masa-masa hangat awal pernikahan (bulan madu). Ketika berhubungan seks, akan terjadi gesekan pada muara saluran kemih wanita. Terlebih bila terlalu bersemangat, gesekan pun menjadi berlebihan sehingga memicu peradangan pada muara saluran kemih. Di sisi lain, honeymoon cystitits tak hanya terjadi pada pasangan pengantin baru. Wanita yang sudah lama menikah juga mengalami kondisi ini ketika sudah lama tidak berhubungan seks dan melakukan hubungan intim dengan terburu-buru dan terlalu bersemangat.

Gejala sistitis meliputi frekuensi buang air kecil yang lebih sering, rasa perih atau sensasi panas saat buang air kecil, sering buang air kecil tapi sedikit, urin berwana keruh atau berbau tajam, rasa sakit pada perut bagian bawah, darah pada urin, dan tubuh terasa kurang sehat atau demam. Jika Anda merasakan sakit saat buang air kecil atau mendapati adanya darah dalam urin, segera periksakan ke dokter. Terlebih lagi, bila Anda juga memiliki riwayat infeksi saluran kemih. Pasalnya, sistitis dapat berujung infeksi ginjal bila dibiarkan.

Jika positif sistitis, dokter akan menentukan langkah pengobatan, biasanya dengan antibiotik. Jenis, dosis, serta durasi penggunaan antibiotik ditentukan oleh jenis bakteri yang ditemukan, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Meskipun gejala telah membaik, pastikan antibiotik dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Jika mengalami infeksi saluran kemih berulang, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan antibiotik yang lebih lama.

  • Jika sistitis biasanya terjadi setelah berhubungan seks, Anda mungkin akan diberi resep antibiotik yang diminum dua jam sebelum berhubungan seks.
  • Jika sistitis berulang tidak terkait seks, Anda mungkin akan diberi antibiotik dosis rendah untuk dikonsumsi selama enam bulan.

Jika dokter mencurigai adanya kelainan, dokter mungkin merujuk Anda ke dokter spesialis gangguan saluran kemih (urolog atau nefrolog) untuk evaluasi dan konfirmasi ada tidaknya kelainan urologi, yang diduga memicu infeksi.

Sistitis terkadang menjadi kondisi yang menyakitkan. Rasa sakit dapat diringankan dengan cara:

  • Menerapkan heating pad pada perut bagian bawah untuk menenangkan dan meminimalisir sensasi tekanan atau nyeri pada kandung kemih. Menerapkan botol air panas di bagian perut juga sama efeknya.
  • Minum banyak cairan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Hindari kopi, alkohol, minuman ringan berkafein, dan makanan pedas sampai infeksi benar-benar sembuh. Pasalnya, minuman dan makanan tersebut dapat mengiritasi kandung kemih dan memperparah urgensi untuk buang air kecil, sehingga memicu dehidrasi.

Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen. Namun, penting untuk selalu membaca informasi obat terlebih dahulu, dan lebih baik bertanya pada apoteker.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY