Mengatasi Dehidrasi pada Remaja saat Puasa

SehatFresh.com – Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan hampir 14 jam lamanya. Maka tidak heran, risiko dehidrasi meningkat terutama pada anak-anak dan remaja. Banyak orang mengalami dehidrasi ringan dikarenakan pengeluaran cairan tidak sepadan dengan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Tanpa disadari, cairan tubuh bisa keluar banyak melalui berbagai cara, seperti berkeringat dan buang air kecil.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanudin, dan Universitas Airlangga pada tahun 2010, 49,5 persen anak usia remaja di Indonesia diperkirakan mengalami dehidrasi ringan. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa masalah dehidrasi ini kerap tak disadari oleh para orangtua ataupun anak itu sendiri. Melihat fakta demikian, maka orangtua perlu berupaya agar anak tidak sampai mengalami dehidrasi saat puasa. Pasalnya, efek dehidrasi bisa berbahaya.

Dehidrasi ringan dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, penurunan daya tangkap dan sulit konsentrasi. Semakin lama, dehidrasi ringan yang dibiarkan bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih hingga penyakit ginjal kronis. Ini karena dehidrasi menyebabkan kurangnya aktivitas berkemih. Akibatnya, ginjal menyaring kembali urin yang seharusnya dikeluarkan. Hal ini dapat memicu pembentukan batu ginjal bila masalah dehidrasi terus saja diabaikan.

Agar anak tidak sampai terkena efek buruk dehidrasi saat puasa, atasi dan cegahlah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Minum air dalam jumlah tepat. Meskipun makan dan minum dibatasi, tubuh tetap memerlukan asupan air minimal delapan gelas saat berpuasa. Pemenuhan kebutuhan air saat puasa dapat diatur dengan pola 2-4-2, yaitu dua gelas di waktu berbuka puasa, empat gelas di malam hari hingga menjelang tidur, dan dua gelas lagi di waktu sahur.
  • Makan sup saat sahur. Makan sahur dengan sup hangat dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan. Selain itu, sayuran dalam sup juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
  • Konsumsi buah dan sayur. Para ahli gizi menyarankan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur saat berpuasa. Untuk mencegah dehidrasi, sertakanlah buah dan sayur yang mengandung kadar air tinggi, seperti semangka, stroberi, melon, mentimun, selada, dan tomat,.
  • Hindari kafein. Ketika puasa, konsumsi kafein sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari. Kafein dapat menguras cairan tubuh dengan merangsang keinginan buang air kecil yang berlebihan, karena sifatnya diuretik. Oleh karenanya, ketimbang menyediakan teh manis atau kopi di waktu sahur atau berbuka, lebih baik minum susu atau jus alami yang lebih bernutrisi dan tidak merugikan kadar cairan dalam tubuh.
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan. Melakukan aktivitas berat dapat menguras cairan tubuh apalagi hingga panas-panasan di luar rungan. Terkurasnya cairan tubuh inilah yang menjadi penyebab utama dehidrasi. Bila tidak terlalu penting, aktivitas di luar ruangan terutama ketika cuaca sedang terik sebaiknya dihindari saja. Sebagai gantinya, puasa dapat diisi dengan melakukan aktivitas positif di dalam ruangan seperti membaca buku atau membaca Al-Quran.
  • Minum air kelapa saat buka puasa. Tidak hanya kekurangan air, dehidrasi juga seringkali disertai hilangnya elektrolit tubuh. Kekurangan elektrolit dapat memicu masalah kesehatan, seperti kelesuan, depresi, dan masalah jantung. Oleh karenanya, seseorang yang berpuasa disarankan untuk berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung elektrolit, seperti air kelapa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY