Mengatasi Diare Pasca Lebaran pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sajian khas hari raya Idul Fitri seperti opor ayam, kue kering, dan minuman dingin tentu terasa begitu menggoda. Sayangnya, makanan tersebut cenderung tinggi lemak dan gula. Belum lagi, cara makan yang kurang terkontrol pencernaan bereaksi kurang bersahabat. Pasalnya, satu bulan penuh berpuasa membuat metabolism tubuh berubah. Bila tiba-tiba diisi banyak makanan saat Lebaran, perut akan kaget. Akibatnya, muncul masalah pencernaan, seperti diare.

Diare merupakan masalah pencernaan yang ditandai dengan feses encer dengan frekuensi buang air besar yang lebih dari tiga kali dalam sehari. Diare umumnya muncul akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Penyakit ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari, namun bisa juga hingga berminggu-minggu jika kondisinya cukup parah. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terkena diare. Namun, remaja dan orang dewasa juga tetap berisiko terkena diare pasca Lebaran, terutama bila pola makan setelah Ramadhan tidak benar-benar diperhatikan.

Diare yang dibiarkan bisa mengakibatkan dehidrasi. Dehidrasi dapat mengganggu kinerja jantung, melemahkan otot, konsentrasi menurun dan kekalahan. Oleh karenanya, diare perlu segera diatasi agar dampaknya tidak semakin kompleks. Berikut adalah cara-caranya:

  • Minum banyak cairan. Penderita diare disarankan untuk meminum banyak cairan (terutama air putih) selama diare masih berlangsung. Oralit atau larutan gula dan garam bisa diminum. Tetapi, penggunaan obat diare apapun sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter atau apoteker, terutama jika Anda sedang menderita suatu penyakit, seperti penyakit jantung.
  • Menjaga asupan makanan. Saat diare, Anda harus mengonsumsi makanan yang mudah dicerna sehingga tidak berpotensi menyebabkan iritasi lebih lanjut pada sistem pencernaan. Makanan yang dianjurkan saat diare adalah pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang. Pola makan saat diare juga sering disebut diet BRAT (banana, rice, apple sauce, and toast).
  • Minum yoghurt. Susu mungkin dapat memicu diare pada beberapa orang, dan penderita diare harus menghindari susus. Tapi tidak dengan yoghurt. Yoghurt justru membantu mengatasi diare karena mengandung bakteri baik (probiotik). Menurut beberapa penelitian, konsumsi probiotik dapat membantu mempercepat penyembuhan diare.

Diare pada remaja ataupun orang dewasa biasanya sembuh dalam 2-4 hari. Penggunaan obat diare biasanya tidak dibutuhkan. Jika diare manjadi parah, berkelanjutan, atau timbul tanda-tanda dehidrasi (rasa haus berlebihan, warna urin pekat, dan mulut kering), segera pergi ke dokter. Buang air besar akibat diare hingga enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam juga sebaiknya langsung diperiksakan ke dokter. Begitu juga bila diare membuat Anda merasa sangat lemas atau ditemukan adanya darah pada feses.

Diare juga berpotensi menyebar, terutama pada anggota keluarga yang tinggal serumah. Penularan bisa terjadi akibat tangan terkontaminasi virus atau bakteri yang berasal dari kotoran atau muntah penderita diare. Oleh sebab itu, cegah penularannya dengan cara:

  • Jika ada anggota keluarga yang mengalami diare, pastikan agar penderita diare menggunakan handuk atau peralatan makan secara terpisah.
  • Bersihkan toilet dengan disinfektan tiap setelah penderita diare buang air besar.
  • Tidak keluar rumah setidaknya 48 jam setelah diare dirasa membaik, di mana Anda sudah tidak lagi buang air besar terus menerus.
  • Rajin mencuci tangan, terutama ketika akan menyiapkan makanan, sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Menghindari makanan yang kebersihannya diragukan.
  • Tidak minum air keran.

Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan didiamkan di suhu ruangan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY