Mengatasi Hipogonadisme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hipogonadisme memang bukan istilah kesehatan yang populer, tetapi kondisinya bisa jadi cukup familiar bagi Anda namun Anda tidak menyadarinya. Secara umum kondisi ini merupakan keluhan pada pria ketika tubuh tak memproduksi jumlah hormon testosteron dalam porsi yang mencukupi.

Penyakit ini bisa bersifat primer dan muncul sejak bayi atau justru terjadi belakangan ketika pria mulai pubertas atau malah di usia dewasa. Terjadinya hipogonadisme pada masing-masing usia dapat dipicu oleh faktor yang berbeda dan dapat menyebabkan efek samping yang berbeda pula.

Efek dari hipogonadisme pada anak-anak bisa mengacaukan pertumbuhan genital mereka. Bahkan, tak jarang muncul bentuk kelamin yang menyerupai bentuk kelamin wanita atau ukuran yang kurang dari seharusnya. Masalah ini muncul karena bersamaan dengan kurangnya hormon testosteron juga muncul hormon gonadotopik yang bisa menyebabkan efek berkebalikan dalam pertumbuhan genital anak-anak.

Berbeda usia berbeda juga akibatnya. Ketika masalah hormonal ini muncul di usia lebih besar, kebanyakan pria dalam usia pubertas akan mengalami kesulitan mencapai pubertas sempurna di usia yang seharusnya. Bahkan, terkadang suara mereka tak kunjung berubah, bulu di kaki dan tangan mereka tak kunjung muncul dan otot mereka tidak terbentuk.

Masalah juga bisa muncul ketika keluhan muncul di usia dewasa. Mereka cenderung akan bermasalah dengan gairah seksual yang menurun drastis, kadang juga disertai dengan disfungsi ereksi yang berat, gangguan pada mental seperti rasa murung, lebih emosional dan terkesan lebih sensitif.

Kekurangan testosteron pada pria dewasa memang tidak akan menganggu pertumbuhan, karena sudah pasti mereka sudah mencapai pertumbuhan sempurna mereka. Bentuk organ genital dan vital mereka sepenuhnya sudah terbentuk dalam ukuran dan bentuk sewajarnya.

Fungsi dari organ genital dan vital beroperasi dengan sangat bergantung pada jumlah testosteron dalam tubuh. Bila sistem genital tidak tersuplai cukup testosteron, fungsinya akan menurun. Baik itu dari kemampuan ereksi, ejakulasi dan kualitas sperma yang dihasilkan.

Testosteron juga berperan besar dalam membantu tubuh memproduksi lebih banyak energi dengan memicu metabolisme. Jelas ada efek samping terhadap suplai tenaga dan energi ketika jumlah testosteron tidak mencukupi. Testosteron juga berperan dalam meningkatkan semangat dan gairah dalam menjalankan aktivitas. Mereka yang kekurangan testosteron cenderung tidak bersemangat dan tampak tidak ceria.

Ada berbagai cara untuk mengatasi hipogonadisme, seperti:

  • Gel kulit. Jenis terapi hipogonadisme yang paling umum adalah terapi gel kulit, yang diberikan pada sekitar 70% pasien dengan hipoganadisme. Pasien hanya perlu menggosokkan gel tersebut ke bahu atau lengan setelah mandi.
  • Suntik. Terdapat sekitar 17% pasien menggunakan terapi hipogonadisme dengan metode suntik testosteron untuk mengatasi penyakit ini.
  • Patch. Sekitar 10% pria menggunakan terapi hipogonadisme dengan metode patch testosteron untuk mengatasi hipogonadisme.
  • Pelet (long acting) dan oral. Sekitar 3% lainnya menggunakan terapi lainnya seperti testosteron oral atau pelet testosteron implan.
  • Kurangi stres. Bicarakan dengan dokter tentang bagaimana mengurangi kecemasan dan stres yang menyertai hipogonadisme. Banyak orang yang merasa terbantu oleh konseling psikologis ataupun dari keluarga mereka. Anda juga bisa mendatangi kelompok pendukung untuk membantu menghadapi situasi dan tantangan yang sama.
  • Berikan waktu untuk penyesuaian diri. Remaja dengan hipogonadisme mungkin merasa ada yang salah dengan diri mereka. Terapi penggantian testosteron akan memicu pubertas. Jika terapi ini dilakukan secara perlahan, akan terjadi penyesuaian terhadap perubahan fisik dan perasaan emosional baru, sehingga terapi ini dapat mengurangi kemungkinan masalah sosial maupun emosional.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY