Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Perubahan postur tubuh selama kehamilan merupakan salah satu hal yang wajar terjadi selama perubahan tersebut menunjukan tanda-tanda yang normal. Keluhan yang paling umum dialami ibu hamil adalah kaki bengkak (edema). Kaki bengkak seringkali di alami para ibu hamil di akhir trimester kedua atau ketika memasuki trimester ketiga. Diperkirakan sekitar 75% wanita hamil mengalami keluhan ini. Keluhan kaki bengkak biasanya terjadi di sekitar pergelangan kaki dan telapak kaki. Meskipun bagian paling bawah dari tubuh adalah bagian yang paling sering mengalami pembengkakan, akan tetapi tidak metutup kemungkinan terjadi juga di daerah tangan bahkan muka.

Perubahan yang terjadi selama kehamilan umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon. Saat hamil, tubuh menahan lebih banyak cairan atau sekitar 30% lebih banyak dibanding ketika tidak hamil. Keberadaan cairan yang tertahan di bagian kaki diperparah dengan kondisi rahim yang semakin membesar dikarenakan adanya pembuluh darah balik di bagian kaki yang terhambat sehingga arus balik darah ke jantung menjadi terganggu. Aktivitas yang padat juga dapat menjadi penyebab keluhan ini terutama bila ibu berdiri atau duduk terlalu lama. Kurangnya kandungan potassium dalam asupan makanan juga telah dikaitkan dengan pembengkakan kaki saat hamil.

Pembengkakan pada kaki dan mata kaki tanpa ada gejala lainnya dianggap sangat normal. Umumnya kaki bengkak yang normal tidak menimbulkan dampak serius kecuali rasa tidak enak dan pegal-pegal. Berikut ada beberapa tips untuk mengatasi pembengkakan kaki saat hamil:

  • Jangan memaksakan untuk berdiri terlalu lama apalagi bila Anda merasa pegal. Pegal adalah tanda bahwa peredaran darah serta otot mengalami kelelahan.
  • Saat duduk, usahakan posisi kaki lebih tinggi dari jantung. Posisi tersebut akan membantu dalam mengatur sirkulasi darah. Ketika tidur, Anda dapat menggunakan ganjalan bantal pada kedua kaki agar posisi kaki lebih tinggi dari kepala dan jantung.
  • Ketika tidur, sebaiknya posisi badan Anda miring ke kiri. Hal ini ditujukan untuk menjaga cairan di dalam tubuh agar tetap mengalir dengan baik. Pembuluh darah (vena cava) terletak pada belakang rahim dan agak di sisi sebelah kanan. Oleh karena itu, posisi tidur miring kiri dapat meminimalisir tekanan rahim pada pembuluh darah dan melancarkan aliran darah.
  • Seimbangkan konsumsi menu makan terutama makanan yang mengandung garam. Penelitian menujukkan bahwa ibu hamil yang banyak mengkonsumsi garam memiliki kecenderungan pembengkakan kaki yang lebih parah. Perbanyak juga konsumsi makanan yang mengandung potassium tinggi seperti bayam, kentang, alpukat, pisang dan ikan salmon.
  • Ketika beristirahat, Anda bisa merendam atau menerapkan kompres pada kaki dengan air dingin untuk mengurangi pembengkakan.
  • Saat duduk, cobalah untuk tetap menggerakan ujung kaki namun usahakan kaki tetap berada dalam posisi rileks, seperti gerakan ke samping maupun memutar ujung kaki.
  • Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan, hindarilah sepatu yang berhak tinggi.
  • Perbanyak minum air putih untuk membantu memperlancar peredaran darah.
  • Olahraga yang rutin seperti berjalan kaki dan berenang. Berenang atau sekedar beristirahat dalam air sangat membantu dalam mengatasi kaki bengkak..

Penting untuk diingat bahwa pembengkakan selama kehamilan adalah hal yang normal. Anda perlu segera pergi ke dokter jika pembengkakan terjadi tiba-tiba atau lebih parah atau pembengkakan hanya terjadi pada satu kaki. Pembengkakan yang semakin parah atau tiba-tiba bisa menjadi tanda kondisi serius yang disebut preeklamsia. Pembengkakan yang terjadi hanya satu kaki terutama jika disertai dengan rasa sakit atau nyeri pada betis atau paha bisa menandakan adanya pembekuan darah atau kondisi lain yang mendasarinya. Kedua kondisi tersebut harus segera mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

 *pic balitastore

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here