Mengatasi Karang Gigi pada Pria

SehatFresh.com – Selain mengurangi nilai estetika, karang gigi juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa sikat gigi sudah cukup untuk menjaga kesehatan gigi mereka. Padahal, pembersihan karang gigi oleh dokter gigi juga jangan sampai terabaikan. Terutama pada pria, merokok dapat meningkatkan pembentukan karang gigi dan masalah kesehatan gigi lainnya.

Plak akan terus terbentuk karena bakteri terus tumbuh di mulut, terlebih bila kebersihan mulut kurang dijaga.  Plak adalah massa bakteri yang tumbuh pada permukaan dalam mulut. Plak yang tidak dihilangkan secara teratur dengan menyikat gigi dan flossing (pembersihan dengan benang gigi) setiap hari, dapat mengeras menjadi karang gigi atau juga disebut kalkulus. Efek karang gigi yang dibiarkan bisa sangat serius. Bakteri yang bersarang di karang gigi dapat mengiritasi dan membuat gusi meradang. Seiring waktu, peradangan ini bisa menyebabkan penyakit gusi progresif. Bentuk paling ringannya adalah gingivitis (radang gusi).

Karang gigi yang tidak dihilangkan dan gingivitis yang tidak diobati, dapat berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius, yaitu periodontitis, di mana terbentuk kantong antara gusi dan gigi. Kondisi ini dapat merusak tulang dan jaringan penyangga gigi. Seiring waktu, gigi pun bisa tanggal. Selain itu, bakteri juga dapat menyebar ke organ tubuh lain dan merusak sel-sel endotel yang membentuk lapisan di seluruh pembuluh darah. Ketika ada masalah pada pembuluh darah, kemampuan ereksi bisa terganggu.

Karang gigi hanya dapat dihilangkan secara maksimal dengan bantuan alat khusus oleh dokter gigi. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda jangan melewatkan jadwal pemeriksaan gigi rutin. Dokter gigi akan memeriksa apakah di mulut terdapat karang gigi atau tidak. Jika ada, karang gigi akan dibersihkan secara menyeluruh dengan cara yang tepat sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi yang lebih serius. Secara umum, para dokter gigi menyarankan pemeriksaan dan pembersihan gigi dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun, bila Anda memiliki masalah gigi yang berat, dokter gigi mungkin menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih sering.

Selain bantuan dari dokter gigi, penting juga untuk melakukan tindakan yang dapat meminimalisir pembentukan karang gigi, dengan cara:

  • Sikat secara teratur dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakan sikat dengan bulu lembut dan ukurannya tidak terlalu besar sehingga dapat menjangkau semua area di dalam mulut.
  • Flossing. Sikat gigi saja belum cukup efektif membersihkan sisa makanan atau di sela-sela gigi. Untuk hasil pembersihan yang maksimal, flossing setiap hari dapat menghilangkan kotoran di area yang sulit dijangkau sikat gigi sehingga dapat meminimalisir pembentukan karang gigi.
  • Memerhatikan asupan makanan. Ketika makan, Anda juga memberi makanan bakteri di dalam mulut. Bakteri di mulut sangat menyukai makanan manis dan tepung. Ketika terkena makanan tersebut, bakteri melepaskan asam yang dapat merusak enamel gigi. Untuk itu, tingkatkanlah konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, serta batasi asupan makanan yang tinggi gula ataupun makanan bertepung. Kebutuhan cairan juga harus selalu tercukupi setiap harinya. Secara khusus, minum banyak air putih selama dan setelah makan dapat membantu meminimalkan pembentukan plak ataupun karang gigi.
  • Tidak merokok. Menurut berbagai penelitian, jumlah karang gigi pada mereka yang merokok cenderung lebih banyak daripada mereka yang bukan perokok.
  • Kurangi kafein. Selain memicu gigi kuning, minuman berkafein, seperti teh dan kopi, juga diyakini dapat mempercepat pembentukan karang gigi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY