Mengatasi Kontraksi pada Ibu Hamil saat Kelelahan Mudik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Lebaran rasanya ada yang kurang bila tak berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, saat sedang hamil, mudik seringkali menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Mudik saat hamil memang berisiko. Akan tetapi, semua itu bergantung pada kondisi kesehatan ibu dan usia kehamilan. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mudik, apalagi bila jarak tempuhnya sangat jauh.

Saat mudik, lalu lintas yang padat membuat ibu hamil harus berada di dalam kendaraan untuk waktu yang cukup lama, terutama bila menggunakan jalur darat, seperti bus atau mobil pribadi. Kemacetan yang berkepanjangan tentunya memicu stres dan kelelahan pun tak terhindarkan. Pada ibu hamil, kelelahan bisa memicu kontraksi. Pada trimester pertama, kontraksi berlebihan karena kelelahan dapat meningkatkan risiko keguguran. Sementara pada trimester kedua atau ketiga, hal ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur.

Secara alamiah, kontraksi akan mulai terasa pada trimester ketiga menjelang persalinan dengan frekuensi sesekali dan ringan. Kontraksi ini disebut Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Di awal-awal kehamilan, dehidrasi dan kelelahan seringkali menjadi pemicu kontraksi ini. Pada beberapa ibu hamil, kontraksi palsu tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pada beberapa ibu hamil lainnya, kontraksi ini terasa tidak nyaman karena menimbulkan kesakitan.

Terkait kontraksi kelelahan saat mudik, ibu hamil dapat mengatasi dan mengantisipasinya dengan beberapa cara berikut ini:

  • Istirahat yang cukup. Seminggu sebelum perjalanan mudik, pastikan untuk tidur dan istirahat yang cukup. Daya tahan tubuh akan meningkat bila kebutuhan tidur selalu tercukupi. Saat perjalanan mudik, ada baiknya juga ibu hamil membawa bantal untuk bersandar guna agar lebih nyaman ketika tidur di mobil.
  • Bekal air putih. Kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi, yang pada akhirnya membuat tubuh kelelahan. Oleh karenanya, stock air putih harus selalu tersedia ketika hendak bepergian jauh. Selain mencegah dehidrasi, minum air putih juga dapat membantu meredakan rasa nyeri ketika ibu hamil merasakan kontraksi.
  • Bekal camilan sehat. Ibu hamil cenderung mudah lapar sehingga dianjurkan untuk membawa bekal camilan untuk di perjalanan. Tapi, jangan asal makan camilan. Pilihlah makanan sehat seperti buah-buahan segar. Kandungan serat dalam buah membuat pelepasan energi lebih konstan. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral dalam buah juga baik untuk menangkal rasa lelah.
  • Ganti posisi. Kontraksi palsu juga dapat terjadi akibat terlalu lama duduk ataupun berdiri. Bila kontraksi terasa karena duduk terlalu lama, ibu hamil bisa berdiri dan jalan-jalan sebentar untuk meredakannya. Bila terlalu lama berdiri, ibu hamil bisa duduk ataupun berbaring sebentar.
  • Pernapasan dalam. Teknik pernapasan dalam dapat menjadi salah satu cara untuk meredakan rasa sakit saat kontraksi. Dalam posisi duduk tegak dan rileks, tarik napas perlahan melalui hidung hingga paru-paru terasa mengembang. Kemudian, fokuskan pikiran dan hembuskan napas melalui hidung secara perlahan.
  • Mandi air hangat. Mandi air hangat dapat membantu mengurangi rasa nyeri akibat kontraksi dengan mengendurkan otot-otot perut yang tegang. Dengan begitu, ibu hamil akan merasa lebih rileks dan rasa nyeri pun berkurang.

Mudik saat hamil perlu banyak perhatian, terutama terkait masalah kesehatan. Untuk itu, pastikan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kandungan dalam kondisi sehat untuk bepergian. Ibu hamil juga disarankan untuk mencari referensi dokter atau rumah sakit bersalin terdekat di tempat tujuan. Jangan lupa juga membawa bekal obat-obatan atau vitamin serta catatan medis kehamilan sebagai rujukan jika terjadi kondisi tidak diinginkan saat di perjalanan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY