Mengatasi Krisis Percaya Diri atau Minder pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di masa pubertas tak jarang para remaja mengalami masalah yang namanya krisis percaya diri. Ini terkadang membuatnya enggan bersosialiasi dengan lingkungan sekitar dan lebih memilih untuk menyendiri. Kasus kurang percaya diri atau minder ini sudah sepatutnya menjadi perhatian bagi para orangtua. Pasalnya, bila dibiarkan bisa menghambat potensi-potensi yang ada dalam diri anak itu sendiri dan berpengaruh pula pada karakternya ketika dewasa kelak.

Percaya diri berbeda dengan sombong atau narsis. Menurut para ahli, rasa percaya diri merupakan salah satu indikator emosional yang baik, di mana ini juga meningkatkan peluang keberhasilan anak di kehidupan sosial karena ia cenderung mudah bergaul dengan lingkungan sekitar. Sebaliknya, anak yang kurang percaya diri cenderung menarik diri dari kegiatan sosial, enggan bermain bersama teman sebayanya, tidak berani tampil di depan umum, dan tampak canggung ketika berhadapan dengan orang lain. Ketika anak menunjukkan tanda-tanda seperti itu, apa yang bisa orangtua lakukan?

  • Berikan motivasi

Ketika anak tak berani melakukan sesuatu, hindari memarahi atau membentaknya. Ini hanya akan membuat anak menjadi trauma dan semakin takut. Sebagai orang yang paling dekat dengan anak, tentu motivasi dari orangtua merupakan hal utama ketika anak tak yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Ketika anak melakukan sesuatu dengan benar, rasa percaya dirinya dapat ditumbuhkan dengan pujian yang diberikan oleh orangtuanya. Selain itu, pemberian motivasi juga merupakan awal agar anak perlahan menyadari kelebihan yang dimilikinya. Ketika anak mampu melihat kelebihannya, ia pun dapat tumbuh lebih percaya diri, berani serta mampu menangani rasa malu karena hal-hal yang selama ini dianggap sebagai kekurangan yang menghambat potensinya.

  • Mengajarkan pentingnya menghargai keberhasilan

Selain menerima pujian dari orangtua, anak juga bisa diajarkan untuk memuji dirinya sendiri atas prestasi atau kebaikan kecil yang berhasil ia lakukan setiap hari. Ini dapat membantu yang awalnya minder menjadi lebih terfokus pada keberhasilan sehingga diri anak tak sampai dikendalikan oleh rasa penyesalan akibat kegagalan.

  • Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial organisasi

Kegiatan anak lebih memilih diam di rumah ketimbang main bersama temannya, orangtua perlu mendorong anak untuk berbaur dengan teman sebayanya atau berpartisipasi dalam kegiatan organisasi. Dengan begitu, perlahan anak akan mempelajari banyak keterampilan sosial sebagai salah satu bentuk pendidikan yang diperoleh anak dari lingkungan. Anak dapat belajar bagaimana saling menghargai opini, saling berempati, dan menyelesaikan suatu konflik bersama-sama.

  • Mendorong anak untuk hidup sehat

Kebanyakan remaja tidak percaya diri karena masalah fisik. Selain perlahan mengubah pola pikirnya, orangtua juga harus mendorong anak sejak dini menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan sehat, olahraga teratur, istirahat yang cukup hingga jauhi rokok dan alkohol. Selain itu, orangtua juga perlu menanamkan pentingnya merawat diri, seperti mandi teratur, rajin sikat gigi, menggunakan deodoran, dan mengenakan pakaian yang bersih dan rapi. Semua itu tentunya dapat membuat para remaja lebih percaya diri dengan penampilan fisiknya. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY