Mengatasi Mabuk Perjalanan pada Remaja

www.youtube.com

SehatFresh.com – Mabuk kendaraan atau secara medis disebut motion sickness seringkali dijumpai pada anak-anak. Tidak hanya anak-anak, remaja pun banyak yang masih mabuk perjalanan. Setiap jenis transportasi dapat menyebabkan mabuk perjalanan. Tanda-tandanya dapat muncul secara tiba-tiba, mulai dari perasaan gelisah, keringat dingin, pusing, kemudian muntah. Dorongan untuk mabuk biasanya mereda ketika kendaraan berhenti.

Seseorang menjaga keseimbangan dengan bantuan sinyal yang dikirim oleh banyak bagian tubuh, terutama mata dan telinga bagian dalam. Reseptor sensorik lainnya pada betis dan kaki memungkinkan sistem saraf mengetahui bagian tubuh apa yang menyentuh tanah. Sinyal yang saling bertentangan dapat menyebabkan mabuk perjalanan. Mabuk perjalnan terjadi ketika otak menerima informasi yang bertentangan dari telinga bagian dalam, mata, dan saraf di ekstremitas.

Bagi yang biasanya mabuk saat di perjalanan baik itu saat menaiki kendaraan darat, laut, maupun udara, melakukan perjalanan jauh tentunya akan sangat membuat tidak nyaman. Tetapi, mabuk perjalanan dapat teratasi dengan sendirinya dan biasanya tidak memerlukan diagnosis profesional. Kondisi ini seringkali hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Semakin sering bepergian, tubuh dapat menyesuaikan diri dengan gerakan atau goncangan kendaraan.

Mabuk perjalanan bukanlah penyakit, melainkan reaksi tubuh yang salah dalam mempersepsikan gerak. Bila anak-anak, remaja, atau orang dewasa rentan mabuk perjalanan, beberapa cara berikut ini dapat membantu mengatasi dan mencegah mabuk saat melakukan perjalanan.

  • Pilih posisi yang tepat
  • Di dalam mobil, duduklah di kursi paling depan atau di kursi yang paling minim goncangan.
  • Di dalam kapal laut, pilihlah kabin di tengah karena goncangan pada titik ini paling kecil.
  • Di dalam pesawat,  mintalah tempat duduk di dekat tepi depan sayap.
  • Di dalam kereta api, duduklah dekat bagian depan samping jendela, dan fokuskan pandangan ke depan.
  • Cukup istirahat sebelum perjalanan. Penting untuk mendapatkan tidur malam yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh. Dehidrasi, sakit kepala, dan kecemasan akibat kurang istirahat dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap mabuk perjalanan.
  • Menjaga asupan makanan. Hindari konsumsi makanan pedas, makanan berminyak, dan makanan asam, serta jangan makan dalam porsi besar sebelum atau selama perjalanan. Jika perjalanan hanya sebentar, lebih baik tidak usah makan. Jika perjalanan memakan waktu yang lama, makanlah satu jam sebelum bepergian dalam porsi yang wajar.
  • Kurangi input sensorik. Membaca saat kendaraan melaju membuat pandangan mata  berpindah-pindah sehingga tidak terpaku pada satu titik. Pada saat yang sama, tubuh merasakan dan merespon gerakan-gerakan dari laju kendaraan. Ini mengakibatkan terlalu banyak sensasi yang dikirimkan ke otak. Ketimbang fokus pada buku atau gadget, lebih baik lihatlah pemandangan di luar, mendengarkan musik atau menyanyi.
  • Atur sirkulasi udara. Ketika berkendara dengan mobil dan melintas di jalanan sepi dan udaranya juga sejuk, bukalah jendela mobil karena ini dapat membantu meredakan rasa mual. Membuka kaca mobil memungkinkan masuknya angin dan oksigen yang memadai sehingga dapat mencegah mabuk kendaraan dan memberikan efek rileks juga. Saat menaiki kendaraan umum seperti bus, sebisa mungkin hindari paparan asap rokok dengan memilih tempat duduk di non-smoking area atau tidak duduk dekat orang yang merokok.
  • Jahe. Obat rumahan seperti jahe juga dianggap efektif dalam mengatasi dan mencegah mual saat perjalanan jauh. Minumlah air seduhan dari serbuk jahe atau jahe segar setiap 15 menit sekali, selama satu jam sebelum perjalanan. Permen jahe juga dapat mengurangi rasa ingin mual dan muntah.
  • Obat anti-mabuk. Obat anti-mabuk yang banyak dijual di pasaran dapat menjadi pilihan untuk mencegah mabuk perjalanan. Baca label produk dengan hati-hati dan gunakan obat sesuai aturan pakai. Kebanyakan obat anti-mabuk menimbulkan efek samping mengantuk. Anti-mabuk yang tidak menyebabkan kantuk tampaknya juga kurang efektif dalam mencegah mabuk perjalanan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY