Mengatasi Perut Kembung Saat Puasa Pada Anak

SehatFresh.com – Ketika anak sudah semangat puasa, terkadang ada gangguan yang membuatnya tidak nyaman. Salah satu contoh yang paling sering adalah perut kembung. Perut kembung adalah suatu kondisi di mana perut terasa begah dan terlihat buncit. Masalah pencernaan satu ini disebabkan oleh pembentukan gas yang berlebihan pada saluran pencernaan yaitu pada lambung dan usus. Gas tersebut terbentuk akibat proses pemecahan makanan menjadi energi. Normalnya, gas limbah akan dikeluarkan melalui kentut dan sendawa.

Kelebihan gas pada lambung atau usus bagian atas umumnya menyebabkan perut terasa begah dan sendawa yang berlebihan. Sedangkan kelebihan gas pada usus bagian bawah mengakibatkan perut menjadi buncit dan sering kentut. Di bulan puasa, perut kembung biasanya timbul akibat kurang tepatnya pemilihan menu makanan dan cara mengonsumsinya. Oleh karenanya, sedikit modifikasi dalam memilih makanan dan cara makan biasanya dapat membantu.

Agar perut kembung tidak membuat anak ingin batal puasa, beberapa tips berikut ini dapat membantu mengatasinya:

  • Tepukan atau pijatan. Bila anak mengalami kembung saat puasa, buat nyaman dan posisikan anak untuk memudahkan pengeluaran gas yang menumpuk saluran cerna. Anak dapat diminta duduk atau berbaring dengan posisi telungkup. Setelah itu, berikan tepukan atau pijatan ringan di sekitar punggung, perut dan dada. Ini ditujukan untuk memancing anak bersendawa ataupun kentut. Bila perlu, oleskan balsam atau minyak penghangat pada area yang dipijat.
  • Pilih makanan yang tepat. Tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak (seperti gorengan dan makanan bersantan) dan makanan yang mengandung gas (seperti kol, ubi dan sawi) terutama saat sahur, dapat mencegah perut kembung pada anak. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan tinggi serat terutama buah dan sayuran. Serat dapat menjaga kelancaran buang air besar sehingga dapat mencegah datangnya perut kembung.
  • Cukupi kebutuhan cairan. Meskipun waktu untuk makan dan minum dibatasi, tubuh tetap memerlukan asupan cairan delapan gelas per hari. Kebutuhan cairan yang tidak tercukupi di waktu berbuka hingga sahur, dapat menyebabkan dehidrasi. Saat dehidrasi, tubuh menahan udara di dalam perut sehingga dapat memicu perut kembung. Kurangnya asupan cairan juga dapat menyebabkan sembelit, di mana kondisi ini juga dapat menyebabkan perut kembung. Oleh karenanya, atur dan cukupi kebutuhan cairan anak antara waktu berbuka hingga sahur.
  • Kurangi asupan garam. Natrium dari garam bersifat menahan cairan sehingga kelebihan air di dalam tubuh sulit dikeluarkan, dan dapat memicu perut kembung. Maka dari itu, mulailah batasi asupan garam anak. Selain memicu perut kembung, makanan saat sahur dengan rasa asin berlebih juga dapat membuat anak rentan dehidrasi. Ketimbang memilih makanan kalengan atau makanan olahan pabrik, perbanyaklah konsumsi buah dan sayur.
  • Makan secara perlahan. Makan terburu-buru membuat pengunyahan makan menjadi tidak tuntas dan meningkatkan jumlah gas yang tertelan bersama makanan. Hal ini membuat makanan lebih sulit dicerna dan banyak pula gas yang terperangkap di dalam perut sehingga meningkatkan kemungkinan perut kembung. Maka dari itu, beritahu anak untuk makan dan mengunyah secara perlahan dan sebaiknya tidak berbicara saat makan untuk meminimalisir jumlah gas yang tertelan bersama makan.
  • Aktivitas fisik ringan. Sebaiknya, anak tidak dibiarkan langsung tidur setelah sahur agar pencernaannya tidak terganggu. Disarankan untuk menunggu 1-2 jam setelah makan sahur agar makanan tercerna dengan baik. Untuk itu, ajaklah anak untuk melakukan olahraga ringan atau sekedar peregangan setelah sahur. Hal ini dapat membantu melepaskan udara yang menumpuk di saluran pencernaan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY