Mengatasi Sakit Kepala Saat Berhubungan Seks

SehatFresh.com – Sakit kepala bisa mengganggu kapan dan di mana saja, tidak terkecuali saat melakukan hubungan seksual. Meski terdengar aneh, masalah sakit kepala saat berhubungan seks tidak jarang dikeluhkan sejumlah pasangan. Sakit kepala semacam ini dikategorikan dalam headaches associated with sexual activity (HAS) atau sakit kepala yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Nama lain dari HAS adalah coital cephalgia, orgasmic cephalgia, orgasmic thunderclap, orgasmic migraine, coital headaches, atau secara sederhana disebut sakit kepala seksual.

Menurut Mayo Clinic, ada dua jenis sakit kepala seksual, yaitu:

  • Rasa sakit di kepala dan leher yang menguat seiring dengan peningkatan gairah seksual.
  • Sakit kepala tiba-tiba, berat, dan berdenyut yang terjadi sebelum atau pada saat orgasme.

Bercinta dapat menghilangkan sakit kepala, tapi terkadang sakit kepala muncul di tengah sesi hubungan intim sehingga mengganggu kesenangan dan kenikmatan dari hubungan intim itu sendiri. Banyak hal yang memicu sakit kepala seksual, salah satunya akibat peningkatan tekanan darah. Saat bergairah, terjadi peningkatan tekanan darah secara signifikan dan ini juga berpengaruh pada kepala. Selain itu, posisi seksual tertentu juga bisa menimbulkan ketegangan pada beberapa bagian tubuh sehingga meningkatkan aliran darah ke kepala.

Teori lainnya mengatakan bahwa sakit kepala saat berhubungan intim berkaitan dengan banyaknya energi yang dikeluarkan. Terkait ini, pria lebih sering mengalami sakit kepala saat berhubungan intim karena pria cenderung melakukan lebih banyak gerakan selama aktivitas seksual dibandingkan wanita. Ini berarti energi pria umumnya lebih banyak terkuras.

Sejumlah literatur medis menyebutkan bahwa seseorang lebih mungkin menjadi terganggu dengan sakit kepala seksual jika memiliki riwayat sakit kepala migrain, sakit kepala tegang, atau sakit kepala setelah aktivitas berat. Bagi mereka yang tidak terbiasa atau kurang berolahraga, melakukan hubungan seks secara maraton juga bisa memicu sakit kepala seksual secara tiba-tiba.

Sakit kepala saat berhubungan seks memang tidak dikategorikan sebagai kondisi medis yang membahayakan. Tapi, terkadang itu menjadi penanda kondisi yang mendasarinya mungkin sangat serius. Sakit kepala mungkin merupakan indikasi dari kondisi medis, seperti:

  • Pendarahan ke otak (subarachnoid hemorrhage, subdural hematoma).
  • Tumor otak.
  • Penyakit leher dan tulang belakang yang serius.
  • Radang otak.

Bila Anda baru pertama kali mengalami sakit kepala saat berhubungan seks, periksakan segara ke dokter untuk evaluasi medis lebih lanjut sehingga bisa diketahui penyebab pastinya. Ini sangat penting terutama bila sakit kepala muncul secara tiba-tiba, dan bila sakit kepala juga disertai gejala seperti muntah, leher kaku, kebingungan, atau koordinasi menurun.

Obat-obatan tertentu dapat membantu meringankan rasa sakit atau bahkan mencegah sakit kepala saat hubungan seksual. Beta blockers, propranolol (Inderal, Innopran XL) atau metoprolol (Lopressor, Toprol-XL), yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner dan migrain, dapat dikonsumsi setiap hari untuk mencegah sakit kepala seksual. Tapi, obat-obatan semacam ini hanya diresepkan pada penderita sakit kepala dengan frekuensi sering atau berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi obat antiinflamasi seperti indometasin (Indocin, Tivorbex), satu jam sebelum melakukan hubungan seks untuk mencegah datangnya sakit kepala.

Tentunya, tidak baik bila bergantung pada obat-obatan. Menghentikan atau memperlambat aktivitas seksual sebelum orgasme dapat membantu mencegah munculnya sakit kepala saat berhubungan seks. Mengambil peran yang lebih pasif saat berhubungan seks juga dapat membantu mencegah gangguan ini. Para ahli juga menyarankan agar lebih rajin dan rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari alcohol, serta menjaga berat badan tetap ideal untuk mengurangi risiko sakit kepala seksual.

Sumber gambar : www.lautanindonesia.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY