Mengatasi Sariawan Pada Remaja

SehatFresh.com – Selain bau mulut, masalah kesehatan mulut lainnya yang mengganggu adalah sariawan. Sariawan ditandai dengan adanya luka pedih di mulut yang biasanya merah atau terkadang ditutupi dengan lapisan putih. Sariawan mungkin muncul di bagian dalam bibir, bagian dalam pipi, pangkal gusi, atau di bawah lidah. Dalam istilah medis, sariawan disebut ulkus aftosa. Siapapun bisa terkena sariawan, tetapi wanita dan remaja , serta mereka yang berusia 20-an lebih sering terkena sariawan.

Ada beberapa jenis sariawan, yaitu:

  • Sariawan minor, biasanya kecil, berbentuk oval dengan tepi merah, dan umumnya sembuh sendiri dalam satu sampai dua minggu tanpa bekas luka.
  • Sariawan mayor, biasanya bulat bertepi, terasa sangat pedih, dan biasanya sembuh dalam enam minggu serta seringkali meninggalkan bekas luka yang luas.
  • Sariawan herpetiform, luka biasanya berkelompok antara 10 sampai 100 luka yang kemudian bergabung menjadi satu ulkus besar, tapi umumnya sembuh tanpa bekas luka dalam satu sampai dua minggu.

Para ahli mengatakan bahwa ada kecenderungan genetik, tetapi masalah mulut ini tidak menular. Secara umum, beberapa penyebab sariawan lainnya adalah:

  • Cedera mulut ringan akibat pemasalangan alat pada gigi, menggosok gigi terlalu kuat, kecelakaan olahraga atau tidak sengaja menggigit mulut.
  • Menggunakan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Sensitivitas makanan terutama cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan pedas atau asam.
  • Kekurangan vitamin B-12, zinc, folat (asam folat) atau zat besi.
  • Respon alergi terhadap bakteri tertentu dalam mulut.
  • Perubahan hormon saat menstruasi.
  • Penggunaan obat-obatan yang menurunkan produksi air liur
  • Stres emosional.

Pada remaja, frekuensi sariawan seringkali meningkat setelah menggunakan kawat gigi dan dipengaruhi juga oleh faktor-faktor di atas. Awalnya, kawat gigi digunakan oleh orang yang memang bermasalah dengan rahangnya. Saat ini, orang dengan kondisi rahang normal pun rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah demi mengikuti tren, terutama di kalangan remaja.

Seseorang yang baru memasang kawat gigi akan mengalami sariawan. Sariwan muncul akibat adanya gesekan antara jaringan lunak (mukosa) dalam mulut dengan bagian-bagian kawat gigi yang sedikit tajam. Kondisi sariawan bisa semakin parah bila kebersihan gigi juga tidak terjaga. Setelah pemakaian beberapa lama, mulut akan beradaptasi dengan kawat gigi sehingga frekuensi sariawan juga berkurang.

Umumnya, sariawan akan sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu. Meskipun sariawan tidak berbahaya, tapi ketidaknyamanan akibatnya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat sariawan, seringkali kita menjadi sulit makan bahkan terasa nyeri saat berbicara. Jika Anda sedang sariawan, beberapa hal di bawah ini dapat membantu mengurangi ketidaknyaman akibat sariawan:

  • Berkumur dengan air garam atau baking soda (satu sendok teh dilarutkan dalam setengah cangkir air hangat).
  • Mengoleskan sedikit susu tawar pada sariawan beberapa kali sehari.
  • Menghindari makanan asam atau pedas guna mencegah iritasi lebih lanjut.
  • Menyikat gigi secara teratur dengan sikat gigi berbulu lembut dan dan pasta gigi tanpa deterjen atau sodium lauryl sulfate.

Jika luka sariawan semakin besar dan berlangsung lebih lama dari dua minggu atau terasa begitu pedih hingga sulit makan atau minum apalagi disertai demam, segera periksakan ke dokter. Dokter mungkin meresepkan salep atau obat kumur khusus. Jika Anda sering sariawan, di mana frekuensinya lebih dari tiga kali dalam setahun, maka penting untuk mendapatkan evaluasi medis lebih lanjut.

Sumber gambar : lifestyle.merahputih.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY