Mengatasi Sembelit saat Puasa pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat bulan puasa tiba, waktu makan kita jadi berubah diganti dengan waktu saat sahur dan berbuka, tak jarang banyak orang mengalami gangguan pencernaan saat menjalankan ibadah puasa. Tapi ingat, gangguan kesehatan itu bukan akibat dari berpuasa, melainkan karena asupan makanan yang kita konsumsi pada saat berbuka dan sahur kadang tidak sesuai dengan anjuran.

Sembelit atau konstipasi atau susah buang air besar (BAB) di bulan puasa merupakan hal yang mormal, namun jika berkepanjangan bisa memicu timbulnya komplikasi. Faktor pemicu timbulnya sembelit antara lain jeda waktu makan antara sahur dan berbuka membuat organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat yang sangat panjang. Kondisi tersebut akan menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga menimbulkan sembelit atau gejala susah buang air besar. Hal ini berarti selama waktu istirahat yang panjang tersebut, asupan air semakin berkurang, pola makan berubah dan aktivitas fisik pun berkurang.

Keadaan ini bertambah buruk dengan kenyataan bahwa sebagian orang makan balas dendam saat buka puasa. Akibatnya, perut dipenuhi oleh makanan dan minuman yang melampaui kapasitas. Padahal, selama berpuasa tubuh sedang kekurangan cairan. Alhasil, sisa metabolisme dalam tubuh menumpuk dan mengeras. Lalu bagaimana caranya mengatasi dan agar tehindar dari penyakit ini? Berikut adalah cara mengatasi  sembelit saat puasa.

  1. Tetap perhatikan asupan air dalam tubuh Anda. Cukupnya konsumsi air, terlebih air putih akan membuat usus tetap berkontraksi dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
  2. Mengonsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah adalah hal yang mutlak. Variasikan asupan keduanya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Untuk sayur, Anda bisa mengonsumsi beragam jenis sayuran hijau. Jenis sayuran tersebut terbukti memiliki serat dengan kandungan yang melimpah. Sedangkan untuk buah, konsumsi pepaya, pisang, semangka, apel, belimbing, pir, jambu biji dan lainnya.
  3. Memakan puding juga bisa menjadi solusi yang menyenangkan. Saat berbuka, konsumsi agar-agar akan membuat pencernaan Anda kembali normal. Puding merupakan gel yang diolah dari tumput laut. Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Banyak penelitian yang menyebutkan puding atau agar-agar menjadi sumber serat yang baik bagi pencernaan.

Meski berpuasa, bukan berarti Anda berhenti berolahraga. Ada baiknya Anda berolahraga ringan menjelang berbuka puasa. Jika Anda adalah jenis orang yang mudah berkeringat, berjalan kaki naik turun tangga selama beberapa menit sudah cukup untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY