Mengatasi Sindrom Pra Menstruasi

www.sehatplus.com

SehatFresh.com – Bagi semua wanita, menstruasi adalah sebuah fase yang sangat penting. Sebab, proses ini mengeluarkan darah kotor yang ada dalam tubuhnya. Menstruasi merupakan peristiwa pendarahan dari rahim disertai pelepasan selaput lendir rahim yang terjadi secara periodik dan siklik (bulanan). Setiap wanita sehat yang tidak sedang hamil dan tidak menopause akan mendapat menstruasi secara teratur pada setiap bulannya.

Namun, ada beberapa gangguan dan gejala yang biasa terjadi sebelum menstruasi datang, yang biasa di sebut pra menstruasi sindrom (PMS). Nah gejala yang muncul biasanya adalah rasa nyeri yang timbul di sekitar perut.

PMS sendiri merupakan kumpulan gejala yang muncul antara satu hingga 14 hari sebelum masa menstruasi dan biasanya berhenti saat menstruasi mulai. Gejala tersebut dapat meliputi keluhan fisiologis yang menyerang segala sistem tubuh maupun gejala psikologis yang mencetuskan masalah mental dan emosional. PMS terutama sering terjadi pada wanita dalam rentang usia kehamilan, yaitu antara 25-45 tahun.

Persentase penderita PMS lebih tinggi pada wanita yang pernah melahirkan dan menggunakan pil KB. Kejelasan mengenai penyebab PMS belum diketahui secara pasti, namun ada hubungan dengan perubahan hormonal. Terjadi peningkatan hormon estrogen secara mendadak menyebabkan ketidakseimbangan hormon estrogen-progesteron dalam tubuh. Tingkat keparahan dan keragaman gejala PMS bisa berbeda-beda pada setiap wanita yang menderitanya, dari gejala yang ringan hingga yang mengganggu dan parah.

Ada beberapa tips yang dapat diakukan untuk meredakan nyeri yang timbul akibat PMS ini, yakni:

  1. Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang. Lakukan secara teratur tiga kali seminggu selama 20-30 menit setiap kali latihan. Hal ini berguna untuk melemaskan otot dan sendi serta mengurangi penimbunan cairan.
  2. Diet rendah lemak, garam, dan gula tetapi tinggi protein dan serat untuk membantu mengurangi kelebihan estrogen dan mengurangi pembengkakan payudara.
  3. Konsumsi makanan yang kaya senyawa anti-PMS, seperti Serat kasar (buah, sayur, kacang-kacangan, padi-padian), Vitamin B6 (ikan segar, tuna, hati, kacang-kacangan, beras merah, alpukat, pisang), Seng (hati, kerang, ikan salmon, ayam, lobster), Kalsium (kedelai, tempe, tahu, havermuts, teri, ikan sarden kalengan), Magnesium (lalap mentah sayuran hijau, apel, kacang mede, kedelai, tempe, makanan laut).
  4. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol, dan nikotin selama dua minggu sebelum masa menstruasi.
  5. Minum hingga delapan gelas air putih setiap har
  6. Tidur dengan baik pada malam hari. Jika PMS mengganggu tidur malam cobalah tidur siang.
  7. Lakukan teknik rileksasi seperti menarik nafas dalam-dalam, yoga, meditasi atau berendam dalam air hangat.

Perbahan pola hidup sehat akan sangat berpengaruh pada siklus menstruasi menjadi normal dan mengurangi PMS yang seringkali dialami oleh wanita. Apabila cara-cara tersebut tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, segera konsultasikan ke dokter,

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY