Mengatasi Tubuh Anak yang Lemas saat Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memasuki bulan suci Ramadan seluruh umat muslim diwajib untuk melaksanakan ibadah puasa, kecuali bagi orang-orang yang sakit atau diberikan kelonggaran untuk tidak menjalankannya. Khusus bagi anak-anak boleh juga dilatih berpuasa, dengan tujuan setelah beranjak dewasa bisa melaksanakannya  secara lebih maksimal.

Orangtua bisa melatih anak untuk berpuasa

Masyarakat Indonesia secara umum menjalani ibadah puasa setelah Subuh hingga tergelincirnya matahari di waktu Magrib. Bagi orangtua yang memiliki anak namun belum dikategorikan dewasa (baligh), diperbolehkan untuk melatih untuk menjalankan puasa.

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, anak-anak juga bisa diarahkan untuk mengisi aktivitas yang positif. Aktivitas yang bisa diikuti seperti pesantren kilat, membantu orangtua membersihkan rumah, membaca buku pelajaran, belajar mengaji, hingga belajar bersama teman-temannya.

Kenapa ketika puasa tubuh anak menjadi lemas?

Namun tidak dipungkiri dalam menunggu waktu hingga berbuka puasa, anak mudah menjadi lemas.  Sebenarnya kondisi tersebut tidak hanya dialami anak-anak, tapi juga orang dewasa yang melaksanakan ibadah puasa.

Seperti yang diketahui bahwa rentang waktu berpuasa di Indonesia yang kurang lebih sekitar 14 jam mengakibatkan turunnya kadar glikogen, glukosa, protein, hingga lemak yang notabene adalah energi di dalam tubuh. Cadangan energi tersebut umumnya hanya bisa bertahan pada tubuh selama kurang lebih 10 jam.

Lebih dari kurun waktu tersebut tubuh bisa mengalami lemas, lemah, hingga tidak bertenaga. Jadi tidak mengherankan apabila menjelang sore hari anak-anak mudah mengalami lemas, lesu, mengantuk hingga tertidur dengan sendirinya.

Bagaimana cara mengatasi tubuh anak agar tidak terlalu lemas saat berpuasa?

Seperti yang diketahui jika batas maksimal cadangan energi pada tubuh akan bertahan selama 10 jam. Hanya saja anak-anak dapat mencapai batas maksimal tersebut, jika saat makan sahur mendapatkan asupan makanan yang bernutrisi dan bergizi tinggi. Selain mendapat asupan nutrisi dan gizi yang tinggi, kesempatan beristirahat anak juga harus dipenuhi.

Aktivitas makan sahur yang membuat anak terbangun, secara tidak langsung telah memotong waktu tidurnya. Alhasil guna menjaga kesegaran anak selama berpuasa, maka bisa disiasati dengan tidur di siang hari. Lantas hal-hal apalagi yang dapat membantu dalam mengatasi rasa lemas pada anak ketika berpuasa? Berikut uraiannya!

  1. Anak perlu mengonsumsi banyak buah-buahan bergizi ketika sahur dan berbuka. Buah-buahan segar bermanfaat bagi tubuh, khususnya menjadi cadangan glukosa.
  2. Anak bisa mengawali  berbuka dengan mengonsumsi minuman yang manis. Berbuka dengan minuman manis rupanya mampu meningkatkan kadar gula dalam tubuh.
  3. Anak perlu memperoleh asupan air, kurang lebih 10 gelas setiap harinya.

Anak perlu diajak untuk melakukan aktivitas ringan di sore hari untuk mengusir rasa lemas dalam tubuh. Aktivitas ringan yang bisa dilakukan seperti melukis, berkebun, hingga jalan-jalan santai. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here