Mengenal Berbagai Jenis USG

SehatFresh.com – Ultrasonografi (USG) adalah tes umum menggunakan gelombang suara untuk mengukur perkembangan dan mendeteksi kelainan potensial dari janin yang sedang berkembang. Sampai saat ini, USG kebidanan dianggap aman sebagai standar dalam diagnosa janin. Melalui pemeriksaan ini, ibu bisa memperoleh informasi tentang perkiraan usia janin dalam kandungan. Pada awalnya, USG hanya bisa menampilkan pencitraan atau gambar hitam putih dan tidak bergerak (2D). Seiring perkembangan teknologi, kini USG telah dapat memperlihatkan keadaan dan pergerakan janin secara lebih rinci.

USG 2D

USG 2D merupakan jenis USG standar yang paling sering digunakan di masa awal kehamilan. Meski hanya menghasilkan gambar berwarna hitam putih, USG 2D sudah mampu mendeteksi ukuran bayi, banyak air ketuban, serta kelainan fisik pada janin. Metode ini relatif murah dan prosesnya pun cepat. Bila kondisi janin normal dan tidak ditemukan peningkatan risiko kelainan pada janin, USG ini bisa menjadi pilihan.

USG transvaginal

Dalam kasus kehamilan risiko tinggi atau jika ibu mengalami masalah kesehatan, dokter kandungan mungkin perlu melakukan USG lebih awal dari USG standar. Dalam kasus ini, USG transvaginal yang digunakan. Setelah kehamilan mencapai sepuluh minggu, dokter kandungan biasanya akan memilih USG standar.

Ekokardiografi

Ekokardiografi dilakukan untuk menganalisis potensi masalah terkait perkembangan dan anatomi jantung bayi dan diagnosa apa pun yang dicurigai berkaitan dengan kelainan jantung. Dokter kandungan dapat merekomendasikan pemeriksaan ini jika ia melihat sesuatu yang mencurigakan ketika USG standar. Dokter juga dapat merekomendasikan ekokardiografi janin jika pasien atau pasangannya memiliki riwayat kelainan jantung atau dokter menemukan ketidakteraturan dalam detak jantung janin.

USG 3D

USG 3D mampu melihat pertumbuhan janin secara lebih detail sampai ke organ bagian dalam, sehingga bisa mendeteksi kelainan pada tulang hingga jantung. Meski demikian, sebaiknya USG 3D dilakukan sesuai saran dokter, dan jika ada dugaan yang berhubungan dengan kelainan yang terjadi pada janin.

USG 4D

USG 4D mampu merekam gerak dan perilaku janin secara langsung dan merupakan jenis USG yang paling canggih saat ini. Akan tetapi, USG 4D juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain biayanya yang cukup mahal, metode ini juga harus dilakukan atas rekomendasi dokter dan karena alasan medis. Biasanya, USG jenis ini direkomendasikan untuk ibu hamil berusia di atas 35 tahun yang memang termasuk dalam kategori kehamilan berisiko, atau memiliki riwayat keluarga dengan cacat bawaan.

Setelah mengetahui jenis-jenis USG, alangkah baiknya bila ibu merencanakan jadwal pemeriksaan sesuai usia kehamilan. Sebelum melakukan pemeriksaan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan agar USG yang dilakukan sesuai dengan kondisi kehamilan.

Sumber gambar : www.youtube.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY