Mengenal Cairan Ketuban di Bawah Level Normal (Oligohydramnios) dan Penyebabnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anda pasti sudah sering mendengar tentang air ketuban, terutama bagi ibu hamil. Air ketuban memiliki fungsi untuk melindungi janin selama masa kehamilan. Perlindungan kepada janin diberikan untuk mencegah benturan saat ibu mengalami hentakan atau pun terjatuh. Selain sebagai perlindungan janin, air ketuban berfungsi untuk memberikan ruang kepada bayi agar bisa bergerak dengan bebas selama masa perkembangannya.

Air ketuban memang sangat berperan dalam kehamilan dan menjaga janin namun jumlahnya harus sesuai dengan kadar normal, tidak boleh lebih atau kurang. Jika jumlahnya kurang atau melebihi batas normal bisa mempengaruhi dan berakibat buruk pada perkembangan janin.

Anda harus rutin memeriksakan ke dokter untuk mengetahui kandungan Anda tetap dalam keadaan normal. Salah satu kondisi yang terjadi pada kehamilan yang berkaitan dengan air ketuban adalah oligohydramnios. Oligohydramnios adalah suatu kondisi di mana jumlah cairan ketuban di bawah batas normal. Jika hal tersebut terjadi, kemungkinan bayi akan bersandar pada tali pusat dan memotong suplai darah.

Kondisi ini tidak dapat terlihat secara kasat mata sehingga harus melalui pemeriksaan dokter. Biasanya saat USG yang dilakukan secara rutin, akan nampak apakah ada kelainan dalam kandungan, seperti kondisi oligohydramnios ini. Selain USG, bisa juga dilakukan rontgen pada janin yaitu pada perut dan paru- parunya dan juga dilakukan analisa gas darah.

Ada beberapa gejala yang bisa dirasakan sebagai dampak dari kondisi oligohydramnios ini, yaitu:

  • Rasa nyeri yang dirasakan setiap gerakan yang dilakukan janin
  • Terdengar bunyi jantung janin lebih cepat dari perkiraan yaitu sekitar bulan kelima dan bertambah jelas seiring kehamilan.
  • Persalinan berlangsung cukup lama
  • Ibu merasa sakit saat mengalami kontraksi

Jika mengalami hal ini, harus segera dilakukan penanganan, jika tidak maka bayi akan mengalami gangguan saluran kemih atau ginjal. Penanganan yang dilakukan terhadap kondisi ini adalah dengan transfusi cairan khusus untuk menggantikan cairan ketuban yang kurang. Ibu juga disarankan untuk memperbaiki asupan nutrisi dan memiliki waktu istirahat lebih banyak.

Penyebab dari oligohydramnios beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Ibu menggunakan obat tertentu seperti penghambat angiotensin-convertin enzyme
  • Terkelupasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam. Hal tersebut terjadi sebelum masa kelahiran
  • Penyakit tertentu yang diderita oleh ibu seperti hipertensi dan diabetes.
  • Kondisi tertentu pada janin yang berkaitan dengan pertumbuhan, ginjal atau saluran kemih
  • Ketuban pecah lebih awal
  • Kehamilan kembar

Berikut di atas adalah informasi mengenai oligohydramnios. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai gangguan kehamilan tersebut, diharapkan dapat dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan lebih dini. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here