Mengenal Delay Puberty atau Telat Pubertas dan Gejalanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Orangtua harus mengetahui perkembangan pubertas pada anak yang sudah beranjak dewasa. Berbagai ciri sebenarnya bisa dijadikan acuan orangtua untuk mengetahui apakah anaknya sudah pubertas atau belum. Lantas apakah pubertas pada anak bisa mengalami keterlambatan?

Apa itu pubertas?

Pubertas ada suatu kondisi ketika kelenjar hipotalamus mulai mensekresi sinyal kimia, yang disebut GnRH atau gonadotropine releasing hormone. Kemudian kelenjar pituari akan memberikan respon terhadap sinyal yang diberikan hormon gonadotropin, selanjutnya menstimulasi perkembangan kelenjar seks pada remaja pria dan perempuan.

Kelenjar seks pada remaja pria akan berpusat di testis, sedangkan pada perempuan terpusat di ovarium. Langkah berikutnya pertumbuhan kelenjar seks akan mensekresi hormon testosteron pada remaja pria dan hormon estrogenin pada remaja perempuan.

Hormon-hormon itu akhirnya mengakibatkan perkembangan ciri-ciri seks sekunder bagi remaja pria dan perempuan. Di antaranya perubahan rambut, perubahan otot, perubahan payudara, perubahan rambut pubis, rambut ketiak, hingga perkembangan libido.

Apakah pubertas bisa terlambat?

Pubertas pada remaja bisa saja mengalami keterlambatan. Pubertas yang terlambat diistilahkan  delayed puberty. Ini adalah suatu ketiadaan awal maturasi seksual pada waktu yang sebenarnya sudah dinantikan atau diharapkan. Kondisi ini akan membuat remaja mengalami keterlambatan dalam tumbuhnya ciri-ciri seks sekunder.

Apa yang menyebabkan pubertas bisa terlambat?

Sering dijumpai anak remaja yang mengalami keterlambatan dalam tumbuhnya ciri-ciri seks sekunder. Namun seiring berjalannya waktu, pertumbuhannya menjadi normal seperti anak remaja yang lain. Sebenarnya keterlambatan yang muncul merupakan variasi normal yang sering terjadi.

Keterlambatan tersebut lebih bersifat genetik atau yang biasa disebut consitutional delay in puberty. Remaja dengan kondisi tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan yang normal, walaupun pubertasnya terlambat. Hanya saja beberapa kasus keterlambatan pubertas juga mempunyai dasar kelainan tertentu.

Misalnya saja remaja tersebut mengidap beberapa penyakit seperti anemia, diabetes mellitus, ginjal cystic fibrosis, inflammatory bowel disease, tumor hingga kanker. Penyakit-penyakit tersebut akan membuat remaja mengalami keterlambatan dalam pubertasnya.

Khusus pada remaja pria, gangguan pubertas bisa menyerang testis. Misalnya saja testis mengalami cedera, infeksi hingga testicular torsion. Sementara itu pada remaja perempuan, keterlambatan pubertas bisa diakibatkan karena kondisi badan yang kurus akibat diet ketat. Selain itu kelainan kromosom atau kelainan genetik juga bisa menggangu produksi hormon seks pada remaja.

Apa gejala remaja yang mengalami keterlambatan pubertas?

Keterlambatan pubertas pada remaja pria bisa ditandai dengan tidak adanya pembesaran testis saat sudah berusia 14 tahun. Kemudian tidak tumbuh bulu ketiak, jambang, hingga kumis.

Sementara itu keterlambatan pubertas pada anak perempuan bisa ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan payudara saat sudah berusia 13 tahun. Kemudian remaja tersebut juga belum mengalami menstruasi saat usia 16 tahun. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here