Mengenal Depresi Post Partum dan Tanda Gejalanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kelahiran bayi adalah suatu hal yang cukup membahagiakan bagi keluarga karena anak dianggap membawa rezeki. Akan tetapi ada beberapa orang yang justru merasa sedih, cemas, khawatir dan muncul rasa bersalah setelah kelahiran seorang bayi. Hal ini akan menimbulkan gangguan mental dan psikolog seseorang.

Dalam dunia medis istilah untuk kondisi tersebut disebut dengan depresi post partum. Depresi post partum merupakan suatu kondisi gangguan mental ketika seseorang merasakan perasaan sedih dan bersalah setelah kelahiran bayi, kondisi ini akan memicu depresi yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang.

Depresi post partum pada umumnya dialami oleh wanita, terutama wanita yang baru berperan menjadi seorang ibu biasanya akan rentan mengalami hal ini karena masih dalam proses adaptasi, sehingga dukungan dari suami dan orangtua sangatlah penting. Akan tetapi ternyata depresi post partum dapat terjadi pada pria.

Depresi post partum yang terjadi pada pria dapat disebabkan oleh rasa kaget melihat kondisi bayi baru lahir sehingga rasa cemas dan takut terhadap bayinya cukup besar. Seorang ayah atau suami tentu ingin melakukan sesuatu untuk menolong anaknya, akan tetapi tidak bisa sehingga timbulah rasa takut.

Depresi post partum yang terjadi pada pria atau ayah dapat ditunjukan berupa penolakan bertemu bayinya atau merasa enggan menggendong bayi dengan alesan belum siap sehingga munculah rasa takut dan cemas. Untuk mengetahui apakah seorang ayah mengalami depresi post partum atatu tidak maka anda perlu mengetahui tanda gejalanya. Berikut ini tanda gejala yang ditunjukan oleh seorang ayah yang mengalami depresi post partum, antara lain :

  1. Mudah marah dan gampang tersinggung sehingga hal ini akan muah memicu konflik dirinya dengan orang lain, terutama dengan istri dan keluarga yang sama-sama membantu dalam merawat bayi.
  2. Apabila tidak bisa mengontrol diri maka dirinya akan beresiko mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan.
  3. Merasa frustasi dengan beban dan kondisi yang terjadi.
  4. Beresiko akan melakukan kekerasan.
  5. Lebih sering menyendiri dan jarang kumpul atau berkumpul dengan keluarga atau teman-teman.
  6. Mudah mengalami stres.
  7. Selalu bersikap sinis dan merasa kecil hati.
  8. Akan mengalami keluhan kesehatan seperti masalah pencernaan, sakit kepala, dan sulit istirahat.
  9. Sulit untuk termotivasi atau berkonsentrasi dalam suatu hal karena suasana hati dan fikirannya yang tidak karuan.
  10. Menurut Courtenay menjelaskan seorang ayah yang mengalami depresi post partum akan mulai melakukan suatu hal yang tidak biasa seperti bekerja hingga 60 jam seminggu. Sehingga tidak heran jika dirinya akan mudah merasa lelah dan cape.
  11. Merasa sedih atau terkadang menangis tanpa alasan.
  12. Beresiko menyakiti bayinya.
  13. Dalam kondisi atau kasus yang lebih parah, depresi post partum akan memicu perasaan menyakiti diri sendiri bahkan memicu kecenderungan ingin melakukan bunuh diri. (KMY)

Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here