Mengenal Disfungsi Seksual pada Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Faktanya kondisi disfungsi seksual yang terjadi pada wanita tidak mereka sadari dan hal ini masih dianggap tidak lazim bagi sebagian orang. Kondisi ini juga masih sulit diuraikan oleh para ilmuan. Pada hakikatnya seksualitas wanita tersimpan rapat dalam jiwa mereka.

Sehingga tidak heran apabila kaum wanita relasi mesra hubungan pasutri jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pencapaian orgasme yang hanya bersifat sementara. Gangguan seksual atau disfungsi seksual yang terjadi pada wanita dibagi menjadi dua jenis, antara lain :

  1. Hipoaktif. Hipoaktif merupakan gangguan seksual yang terjadi pada wanita yaitu suatu kondisi dimana dorongan atau keinginan hubungan seksual seorang wanita merasa lenyap sehingga wanita tersebut tidak merasa bergairah dalam melakukan segala bentuk aktivitas seksual.
  1. Aversi. Gangguan seksual berupa aversi dapat diartikan sebagai suatu perasaan yang tidak suka terhadap kehidupan seksual. Pada kondisi tertentu gangguan ini dapat muncul rasa takut apabila melakukan hubungan seksual sehingga wanita ini biasanya akan menghindari dan menolak hubungan seks dengan pasangan.

Hasil sebuah penelitian pada tahun 1999 yang dilakukan oleh Konsensus Internasional menyatakan bahwa disfungsi seksual yang terjadi pada wanita terdapat 4 hal pokok yang berpengaruh pada kondisi tersebut diantaranya yaitu:

  1. Gangguan libido

Secara lebih khusus gangguan libido terjadi karena penurunan fikiran terhadap kehidupan seks sehingga wanita yang mengalami kondisi ini akan menghindari kontak seksual dengan pasangan.

  1. Gangguan rangsangan seksual

kondisi ini akan ditandai dengan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan rangsangan seksal dalam bentuk lubrikasi.

  1. Gangguan orgasme

Seseorang yang mengalami gangguan orgasme akan menunjukan tanda gejala dimana mereka akan mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme.

  1. Rasa nyeri saat senggama atau kejang otot disekitar vagina

Menurut sebuah penelitian yang melibatkan wanita sebagai responden sebanyak 560 orang menyatakan bahwa terjadi kasus sebanyak 86% mengalami masalah libido, 31% gangguan orgasme, 21% arousal dan 21% mengalami gangguan nyeri (dispareunia). Selain itu penelitian lain juga menjelaskan bahwa ada sekitar 43% wanita yang mengalami salah satu disfungi seksual. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya disfungsi seksual pada wanita, yaitu :

  • Faktor fisik seperti penyakit arthritis, menopause, kerusakan saraf, operasi panggul, jantung, kelelahan dan masalah neurologis.
  • Obat-obatan yang dapat mengurangi gangguan seks.
  • Perubahan hormon yang mengakibatkan perubahan dalam jaringan genital dalam respons seksual.
  • Kondisi psikologis dan sosial seperti rasa cemas, depresi atau stres yang berkepanjangan.

Disfungsi seksual yang dialami wanita ditandai dengan rasa nyeri, hilangnya keinginan untuk berhubungan seks, merasa bersalah, malu, tidak bahagia, gelisah, cemas, kurang tidur dan frustasi. Apabila anda mengalami hal tersebut sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter yang ahli dibidangnya agar kehidupan anda dengan suami tetap harmonis. Beberapa gangguan disfungsi yang sering dialami oleh wanita diantaranya vaginismus, vulvodynia, dan dispareunia. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here