Mengenal Foot Fetishism yang Ternyata Ada Sejak Zaman China Kuno

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang yang menggunakan benda atau berfantasi berlebihan demi mendapatkan kepuasan seksual didiagnosa memiliki kelainan yang disebut fetisisme seksual. Mereka yang memiliki fetisisme biasanya menggunakan benda mati. Misalnya, laki-laki yang memiliki ketertarikan tak biasa terhadap sepatu, stoking atau pakaian dalam wanita. Benda-benda tersebut dianggap sebagai “fetis” untuk mencapai kepuasan seksual yang mereka harapkan. Selain benda, mereka dengan fetisisme seksual juga kerap menjadikan bagian tubuh lawan jenisnya sebagai fetis. Ini seperti payudara, kuku, leher, bokong, dan kaki. Menurut netdoctor.co.uk, dari sekian bagian tubuh yang dijadikan fetis, kaki adalah yang paling umum. Sebutannya adalah foot fetishism.

Foot fethishism adalah bentuk perilaku di mana seseorang mudah terangsang dengan segala hal yang berhubungan dengan kaki. Menurut konselor seks dan penulis buku She Comes First, Ian Kerner, banyak orang yang terangsang oleh kaki dan menikmati permainan kaki menjadi permainan seks. Foot fethishism mencakup keinginan bentuk dan ukuran kaki tertentu, jari kaki yang terawat baik, bentuk jari kaki tertentu, aksesori kaki, alas kaki tertentu, dan bahkan bau kaki tertentu.

Ternyata, foot fetishism telah ada sejak zaman China kuno sekitar abad ke 10-11. Konon, raja pada Dinasti Shang memiliki selir yang cantik dan mempunyai kaki yang kecil. Raja tersebut terangsang saat melihat kaki telanjang sang selir sehingga mengeluarkan perintah untuk menjadikan kaki yang kecil sebagai ukuran standar kecantikan seorang wanita di zaman dulu. Ini pun membuat kalangan masyarakat atas menganggap kaki yang kecil sebagai simbol kecantikan dan daya tarik seksual wanita.

Seiring waktu, masyarakat kelas bawah juga beranggapan bila kaki perempuan tidak kecil, maka mereka sulit menemukan laki-laki untuk diajak menikah. Karena hal itu, wanita-wanita di China pada zaman dahulu sengaja mengikat kaki mereka untuk menghambat pertumbuhan kaki agar kakinya berukuran kecil.

Penyebab foot fethisism sendiri masih belum jelas. Menurut suatu teori, foot fetishism terjadi karena area yang berhubungan dengan kaki di permukaan otak letaknya cukup dekat dengan area yang berhubungan dengan alat kelamin. Sedangkan menurut pandangan populer psikolog lainnya, asal mula kebanyakan kasus fetisisme berhubungan dengan masa kanak-kanak atau awal balita. Banyak dari mereka yang memiliki foot fetishism mengingat peristiwa tertentu di tahun-tahun muda mereka yang dipercaya menyebabkan perilaku fetisisme, seperti digelitik oleh kaki orang lain dan menjadi terangsang.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat-obatan medis yang bisa mengobati fetisisme. Bentuk pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsultasi ke ahli psikologis atau kejiwaan. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here