Mengenal Gangguan Narsistik yang Sebenarnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kata “naris” saat ini seringkali digunakan untuk menjudge seseorang yang senang berselfie dan hobinya memuji diri sendiri. Lantas apakah benar dengan hal tersebut?

Kata narsis sendiri berasal daripada mitos di Yunani di mana seorang pemuda yang tampan bernama Narcissus tak sengaja melihat bayangan dirinya sendiri di kolam air dan akhirnya ia menjadi jatuh cinta dengan sosok bayangan yang tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri.

Secara definisi dalam ilmu psikologi, narisis adalah gangguan yang dinamakan dengan narcissistic personality disorder. Gangguan ini merupakan sebuah gangguan mental yang tergolong langka. Orang yang mengaami gangguan kepribadian narsistik biasanya akan menganggap dirinya jauh lebih superior, dan penting di bandingkan dengan orang lain.

Ia selalu merasa memiliki kebutuhan yang sangat tinggi untuk mendapatkan pujian ataupun di banggakan oleh orang lain. Namun yang lebih mengkhawatirkan lagi, penderitanya cendrung memiliki empati yang tidak bagus ataupun rendah terhadap orang lain. Orang narsis memiliki tanda kepercayaan dirinya yang sangat rapuh dan juga mudah runtuh hanya dengan sebuah kritikan yang sederhana. Gangguan ini pun dapat mempengaruhi beragam aspek dari kehidupan jika tak ditangani dengan tepat.

Seberapa Umumkah Narsistik Personality Disorder dalam kehiudpan Sehari-hari?

Ada yang bilang hobi selfie dan membanggakan diri itu termasuk narisis. Jika masih ada yang menganggap orang seperti ini adalah orang yang narsis maka sebaiknya anda yang telah membaca ini stop memvonis mereka narisis. Karena sejatinya narisis adalah sebuah gangguan kepribadian yang telah amat parah.

Dan seperti di awal tadi dikatakan bahwa, gangguan narsistik adalah sebuah gangguan yang tergolong langka.

Biasanya para laki-laki akan lebih rentan terkena gangguan yang satu ini. Seringkali pula gangguan ini akan muncul di saat masa remaja ataupn menjelang dewasa. Ciri dari kepribadian narisistik ini akan muncul saat dalam masa kanak-kanak ataupun remaja. Namun hal ini tak berarti bahwasanya ciri kepribadian narisistik akan terus berlanjut menjadi sebuah gangguan kepribadian.

Tanda dan Gejala

Berikut ini adalah gejala daripada gangguan narisistik;

  1. Akan mudah menilai diri sendiri lebih tinggi atau terlalu tinggi disbanding dengan orang lain secara berlebihan.
  2. Menganggap bahwa dirinya memiliki superioritas tanpa adanya sebuah pencapaian yang pantas.
  3. Cendrung untuk melebih-lebihkan bakat yang dimiliki.
  4. Selalu meyakini bahwasanya diri mereka sebagai orang yang superior dan harus diistimewakan oleh orang di sekitarnya ataupun orang lain.
  5. Haus akan pujian dan selalu ingin dikagumi secara berlebihan.
  6. Menganggap bahwasanya dirinya pantas untuk diberikan sebuah perlakuan yang super special dari orang lain yang mana di mata orang lain dianggap sudah tidak wajar.

Memiliki preokupasi ataupun sebuah pemikiran yang dipenuhi dengan khayalan atau fantasi tentang kesuksesan, kecantikan/ketampanan, kekuasaan, kepandaian ataupun pasangan yang sangat sempurna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here