Mengenal Karakteristik Tiap Stadium dalam Kanker Paru-paru

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kesehatan kaum pria sangat terancam dengan paparan asap rokok dan life style yang buruk. Pasalnya, kedua faktor tersebut merupakan penyebab dari kanker paru-paru, jenis kanker yang menjadi penyebab kematian nomor satu bagi pria. Masuknya udara kotor ke dalam paru-paru dapat membuat sel kanker tumbuh tidak terkontrol di dalamnya, akibat dari kejadian ini aktivitas penderita kanker paru-paru mengalami hambatan. Hambatan-hambatan yang dialami pria ketika menderita kanker paru-paru berbeda-beda sesuai dengan stadium kanker paru yang dideritanya. Stadium di dalam kanker paru-paru menunjukkan seberapa parah penyebaran sel kanker (metastasis) di dalam paru-paru, baik paru-paru kanan, kiri maupun kedua-duanya.

Stadium kanker paru dapat dilihat dari hasil pengamatan penyebaran sel kanker dan sumber dari kanker, dengan mengetahui karakteristik penyebaran dan sumber sel kanker maka dapat ditentukan pengobatannya. Sebelum kita membahas tentang stadium-stadium atau tahapan dalam kanker paru, ada baiknya kita mengenal jenis dari kanker paru berdasarkan jenis selnya. Terdapat dua jenis yakni kanker paru-paru sel kecil (small-cell lung cancer/SCLC) dan kanker paru-paru non atau bukan sel kecil (non-small-cell lung cancer/NSCLC).

Informasi tentang jenis dari kanker paru dipublikasikan oleh TNM dari American Joint Committee on Cancer (AJCC) versi 7 tahun 2010 tentang kanker paru. Pihak AJCC juga mengklarifikasi tahapan-tahapan atau stadium di dalam kanker paru-paru yang didasarkan atas ukuran tumor primer, keterlibatan nodus limfatik, dan penyebaran sel (metastasis) jauh. Tahapan-tahapan tersebut berkisar mulai dari kanker yang tersembunyi, dan tahap stadium 0, IA, IB, IIA, IIB, IIIA, IIIB, dan IV. Jadi, stadium di dalam kanker paru-paru ada 4 tahapan yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Pada tumor primer (Tx) biasanya tidak dapat ditentukan dengan hasil medis seperti pemeriksaan radiologi dan bronkoskopi, akan tetapi bisa dideteksi dengan pemeriksaan dahak atau bilasan bronkus positf yang dapat ditemukan adanya sel ganas atau kanker.

Untuk lebih memahami tentang tahapan-tahapan di dalam kanker paru-paru, berikut penjelasannya.

  1. Stadium 0

Pada stadium di atas Tx, tidak tampak adanya kerusakan dan tumor primer. Stadium 0 dalam pemeriksaan belum terdeteksi adanya penyebaran sel di dalam paru dan organ lain. Namun, dalam stadium ini sebenarnya sudah terbentuk tumor yang nantinya akan berlanjut ke stadium IA. Aktivitas penderita yang mengalami kanker paru pada stadium ini masih terbilang normal, belum mempunyai hambatan yang berarti.

  1. Stadium IA

Pada stadium I ukuran tumor atau sel kanker bisa mencapai 3 cm, namun yang paling jelas pada stadium IA ukuran sel kanker berkisar ≤2 cm. Penderita kanker paru stadium IA hanya memiliki sel kanker di dalam paru, belum menyebar ke organ lain. Tampilan seorang penderita kanker paru stadium IA masih aktif, mulai ada keluhan kecil seperti batuk yang tak kunjung sembuh dan nyeri.

  1. Stadium IB

Pada stadium IB, ukuran sel kanker sudah mencapai ≤3 cm. Pada stadium ini, sel kanker juga belum menyebar ke organ-organ lain. Ciri-ciri penderita kanker paru pada stadium IB hampir sama dengan stadium IA.

  1. Stadium IIA

Pada stadium IIA, ukuran sel kanker mencapai >3 cm hingga ≤5 cm. Belum ditemukan adanya penyebaran sel yang lebih luas, penderita masih cukup aktif namun kadang memerlukan bantuan dalam beraktivitas.

  1. Stadium IIB

Pada stadium IIB, ukuran sel kanker mulai dari >5 cm hingga ≤7 cm. Ciri-ciri sel kanker dan penderitanya masih sama seperti pada stadium IIA.

  1. Stadium III

Pada stadium III yang terbagi menjadi stadium IIIA dan IIIB memiliki karakteristik yakni ukuran sel kanker primer mencapai >7cm, hal ini menunjukkan bahwa sudah menginvasi dinding dada hingga diafragma. Belum ditemukan adanya penyebaran sel yang lebih luas. Penderita kanker paru stadium IIIA dan IIIB perlu mendapatkan perawatan karena aktivitasnya sudah terhambat.

  1. Stadium IV

Pada stadium paling akhir ini, penderita tidak dapat meninggalkan tempat tidur sehingga kebutuhan sehari-harinya tidak tercukupi dengan baik. Perawatan di rumah sakit sangat dibutuhkan untuk menunjang pengobatan lebih lanjut.

Ukuran tumor primer stadium IV sudah sembarang dan tidak bisa ditentukan berapa ukurannya, invasi bisa mencapai ke trakea, jantung, esofagus, dan pembuluh darah besar. Serta sudah ditemukan penyebaran sel yang lebih luas ke organ-organ di sekitarnya. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here