Mengenal Kelainan Seksual Eproctophilia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kentut merupakan suatu proses pembuangan gas. Kentut di depan orang merupakan suatu perilaku yang dianggap tidak sopan atau tidak lazim dilakukan. Jangan didepan orang didepan pasangan pun prilaku ini tidak baik. Tahukah anda bahwa suara kentut bisa merangsang seksual pasangannya.

Untuk pertanyaan diatas, istilah tersebut disebut dengan eproctophilia. Eproctophilia merupakan suatu kelainan seksual dimana satu pasangan yang menderita kelainan ini menyukai suara kentut pasangannya. Eproctophilia termasuk salah satu istilah yang terbentuk dari istilah paraphilia, yakni suatu ketertarikan seksual pada sesuatu yang tidak lazim.

Seorang psikolog dari inggris yaitu seorang yang pertama kali merekan kasus eprochtophilis pada seorang pria berusia 22 tahun yang memiliki gelar sarjana di bidang seni yang bernama Brad. Beliau menjelaskan tentang pengalaman eprochtophilia yang pernah dimilikinya. Beliau menceritakan pertama kali dirinya mendengar seorang gadis yang dicintainya kentut ditengah pelajaran dan setelah suara dan aroma kentut gadis tersebut dia rasakan kemudian dirinya menjadi bergairah.

Pada awalnya Brad tidak percaya kalau dirinya bisa menjadi terangsang gairah seks saat mendengar dan mencium aroma kentut. Kemudian pria tersebut melakukan percobaan untuk memastikan apabila dia mendengar suara kentut dan mencium aroma kentut benar-benar membuat gairah seks atau libidonya meningkat. Tetapi dia menjelaskan bahwa kondisinya tidak semata-mata bisa terangsang jika mencium aroma kentut semua orang, akan tetapi dia akan terangsang gairah seksualnya hanya pada seseorang yang dia sukai.

Kasus eprochtophilia di tulis dalam jurnal Archives of Sexual Behavior oleh seorang profesor psikologi dari Inggris yang bernama Mark Griffiths dari Nottingham Trent University. Eprochtophilia termasuk kedalam bentuk paraphilia. Menurut Griffiths  paraphilia bukanla suatu hal yang baru. Namun kondisi tersebut masih memiliki stigma negatif. Kondisi ini sering dianggab sebagai kondisi yang patologis dan negatif.

Secara psikologi kondisi ini dianggap sebagai fetish yaitu dimana seseorang yang menderita ini menjadi ketergantungan pada satu bagian tubuh atau benda untuk mendapatkan kepuasan seksual. Tetapi, kebanyakan orang yang menderita kondisi prochtophilia atau paraphilia tak pernah merasa dirinya perlu mencari terapi. Dalam The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DMS 5), seorang pakar psikiatri menyatakan bahwa kondisi ini seseorang melakukan tindakan atau tertekan oleh dorongan ini.

Profesor Griffiths menyatakan bahwa banyak orang yang mungkin mengira bahwa eprochtophilia suatu prilaku yang aneh, menyimpang dan menjijikan karena seseorang bisa terangsang hanya karna suara dan aroma kentut seseorang yang disukainya. Tetapi menurut orang yang merasakan dan mengalaminya kondisi ini justru sebagai sesuatu yang normal. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here