Mengenal Kelainan Seksual Fetisisme

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memiliki masalah dari kelainan bukan berarti pengidapnya memiliki masalah mental. Kelainan ini tidak selalu dikarenakan oleh tidak berfungsinya suatu organ genital, namun lebih karena fantasi dan kebiasaan yang biasanya dilakukan dengan pasangan.

Paraphilia atau kelainan seksual ini memiliki berbagai macam bentuk kelainan seperti eksibisionisme, fetisisme, friteurisme, pedofilia, masosisme, sadomasosotik, sadisisme seksual, dan masih banyak lagi. Paraphilia sangat jarang terjadi apalagi pada wanita dengan perbandingan 20 pada lelaki dan 1 pada wanita.

Sebenarnya penyebab parafilia memang belum pasti. Beberapa ahli percaya bahwa kelainan ini disebabkan oleh trauma masa kecil seperti pelecehan seksual.

Kelainan ini bisa menjadi suatu kelainan seksual yang menjadi gangguan kejiwaan jika fantasi seksual dilakukan secara berlebihan. Apalagi jika fantasi seksual dilakukan dengan menggunakan benda mati dari lawan jenis atau bagian tubuh lawan jenis. Kelainan seksual ini disebut dengan fetisisme. Fetisisme merupakan salah satu bentuk dari parafilia, yakni suatu gangguan psikologis yang melibatkan beberapa jenis hasrat seksual obsesif. Fetisisme bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, kebanyakan penderita fetisisme adalah kaum pria.

Fetisisme sendiri merupakan sebuah bentuk kelainan seksual yang menggunakan benda non-seksual seperti benda mati atau bagian tubuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual. Biasanya benda mati yang digunakan merupakan benda-benda yang dapat meningkatkan gairah seksual pelakunya, seperti pakaian dalam wanita, sepatu, stoking, dan beberapa elemen pakaian dalam wanita lainnya. Sementara bagian tubuh yang bisa menjadi fetis atau obyek pencipta kenikmatan seksual antara lain payudara, rambut, kuku, leher, pantat dan lain sebagainya tergantung dari pelaku fetisisme itu sendiri.

Gangguan fetisisme ini terjadi karena adanya gangguan pada psikologis penderita fetisisme itu sendiri. Namun sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang menderita fetisisme. Beberapa penyebab yang kemungkinan bisa menyebabkan seseorang menderita fetisisme antara lain:

  • Pengalaman masa lalu atau traumatik masa lalu akibat pelecehan seksual,
  • Imitasi atau meniru orang lain yang melakukan fetishist,
  • Rasa ingin tahu atau ketertarikan akan benda-benda miliki lawan jenis,
  • Traumatik akibat tidak bisa melakukan hubungan seksual pada lawan jenis,
  • Ketakutan akan kemampuan diri atau maskulinitas diri, potensi dan takut ditolak dan mendapat penghinaan, dan
  • Kekurang mampuan diri dalam pergaulan bebas

Itulah beberapa kemungkinan besar yang bisa menyebabkan seseorang menderita fetisisme. Untuk mengatasi fetisisme sendiri sampai saat ini belum ditemukan obat-obatan medis yang bisa digunakan untuk mengobati atau menghilangkan gangguan kelainan seksual ini. Sampai saat ini bentuk pengobatan yang dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan ahli psikologis atau kejiwaan. Namun sekarang telah diciptakan sebuah terapi modern yang dirancang oleh para ahli untuk membantu mengatasi fetisisme. Terapi yang dimaksud adalah Terapi Binaural Beats – Fetisisme Therapy.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY